Breaking News:

Ambil Paksa Jenazah Covid

Warga Sidrap Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Andi Makkasau Parepare

Sebanyak enam orang dari pihak keluarga merebut pasien dengan mengancam petugas menggunakan balok kayu dan senjata tajam. 

TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Sekda Sidrap, Sudirman Bungi (kanan) membujuk pihak keluarga pasien Covid-19 yang dibawa kabur dari RSUD Andi Makkasau, Minggu (20/12/2020). 

TRIBUNSIDRAP.COM, SIDRAP - Jenazah pasien Covid-19 inisial AS (40), yang sebelumnya dirawat di IGD RS Andi Makkasau Parepare, diambil paksa oleh pihak keluarganya. 

Sebanyak enam orang dari pihak keluarga merebut pasien dengan mengancam petugas menggunakan balok kayu dan senjata tajam. 

Berhasil mengambil jenazah, mereka memasukkannya di mobil Honda HRV merah dan kemudian dibawa ke rumah duka di Kelurahan Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap. 

Direktur RS Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraeny Sary menyebut, jenazah tersebut direbut saat petugas hendak melakukan pemindahan ke kamar jenazah.

"Cepat sekali kejadiannya. Petugas pengamanan satgas baru menuju ke rumah sakit saat itu. Tak berselang lama pihak keluarga yang sekira ada enam orang datang bawa golok dan balok kayu merebut jenazah," sebut Renny, Minggu (20/12/2020).

Awalnya, kata Renny, pihak keluarga sepakat agar jenazah diproses dengan penanganan Covid-19. 

"Dengan catatan pihak keluarga meminta surat keterangan hasil TCM yang dikeluarkan pihak rumah sakit. Karena sesuai dengan aturan yang berlaku, jika terkonfirmasi positif maka seluruh proses yang berkaitan dengan pasien harus mengikuti standar Covid-19," ungkapnya.

Renny menuturkan, pasien itu sebelumnya dirawat di RS Fatimah. Karena kondisinya memburuk, pasien lalu dirujuk ke RS Andi Makkasau. 

"Kondisi pasien memang buruk dari awal. Jadi petugas medis fokus melakukan 'resusitasi' ke pasien terlebih dahulu," tuturnya. 

Tim Satgas Covid-19 Parepare, Muhammad Idris menambahkan, pihak keluarga sepakat pasien dimakamkan dengan prosedur Covid-19. 

"Kami berhasil melakukan negosiasi dengan pihak keluarga dan Pemkab Sidrap agar tetap dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Sidrap," kata Idris. 

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi, mengatakan jenazah yang diambil itu telah dimakamkan dengan prosedur Covid-19. 

"Tim dari RS Arifin Nu'mang sudah mengambil alih pemulasaran dengan standar Covid-19. Rencananya akan dimakamkan di pemakaman keluarga," singkat Sudirman. 

Penulis: Darullah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved