Breaking News:

Opini

Pertaruhan Prioritas

Jepang dibayangi kekhawatiran luar biasa belakangan ini. Semenjak November jumlah kasus baru Covid-19 terus menaik, kini sudah 3000-an perhari.

Tribun Timur
Ini Cara Agar Tulisan Anda Diterbitkan di Rubrik Opini Tribun Timur: Lakukan 10 Langkah Berikut 

Oleh: Muh. Zulkili Mochtar

Doktor alumni Jepang, bermukim di Tokyo

Jepang dibayangi kekhawatiran luar biasa belakangan ini. Semenjak November jumlah kasus baru Covid-19 terus menaik, kini sudah 3000-an perhari.

Padahal disaat kurva landai bulan Mei-Juni, kasus hanya 40-50 kasus perhari. Kekhawatiran makin
menghebat karena suhu makin dingin memasuki winter season dan kehidupan warga terkesan biasa lagi.

Biasa lagi? Ya, Kereta sudah penuh oleh pekerja, restoran dantempat hiburan sudah ramai lagi, acara olahraga  bahkan pameran sudah buka lagi.

Bahkan, masyarakat didorong melakukan wisata domestik melalui kampanye wisata pemerintah berupa ‘Go to Travel’ dan ‘Go to Eat’. Intinya, dengan tetap mengedepankanwisata sehat dan protokol kesehatan, masyarakat  distimulasi berwisata plus bermalam di hotel dan makan makan enak di restoran.

Distimulasi berwisata? Ya, Untuk sementara, Jepang seakan tidak berharap banyak dulu melubernya turis asing.

Kedatangan international traveller April lalu turun 99,9 persen jika dibanding tahun lalu. Padahal sebelum pandemik, pemerintah pasang target tinggi; 40 juta turis wisman ditahun 2020. Tahun 2019 lalu sudah tercapai 32 juta turis,tinggal sedikit lagi.

Ternyata semuanya buyar saat pandemik muncul. Olimpiade Tokyo 2020 pun ditunda, ibarat sudah jatuh ketimpa tangga lagi. Lengkap sudah kerugianbesar dunia pariwisata dan ekonomi negara ini.
 

Harapan masih ada di turis domestik. Toh rakyatnya juga senang berwisata dan punya kemampuan finansial.

Halaman
123
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved