Breaking News:

Tribun Mamuju

Basarnas Mamuju Gelar Media Gatheting di Matos, Bahas Mekanisme Operasi SAR

Kantor Pencarian dan Pertotolongan atau Basarnas Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) gelar media gathering di Canteng Coffee Shop, Mall Maleo Town Square

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
ist
Kepala Basarnas Mamuju Saidar foto bersama dengan sejumlah media di Canteng Coffee Shopp Matos. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Kantor Pencarian dan Pertotolongan atau Basarnas Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) gelar media gathering di Canteng Coffee Shop, Mall Maleo Town Square (Matos) Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Mamuju, Jumat (18/12/2020).

Selain sebagai wadah silaturahim antara Basarnas dan media, kegiatan tersebut juga sebagai ruang sharing terkait fungsi dan wewenang kantor Basarnas di Mamuju.

Kepala Basarnas Mamuju, Saidar mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memberikan informasi kepada wartawan bagaimana pelaksanaan operasi SAR di lapangan.

Bagaimana mulai hari pertama informasi diterima hingga sampai penutupan hari ke tujuh sesuai dengan SOP.

"Kalau mengacu dari aturan, sebuah operasi SAR walaupun ditutup hari ketujuh, ada dua kemungkinan. Pertama, kalau keluarga korban ingin lanjutkan, itu biaya sendiri," ujarnya.

Kedua ditutup apabila tidak ada tanda-tanda ditemukan korban sesuai dengan evaluasi atau analisa tim di lapangan.

Dia juga menjelaskan, ke depan Kantor Basarnas Mamuju akan melakukan pengembangan untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, melalui pembukaan kantor Unit Siaga SAR di Kabupaten.

"Kami akan bangun kantor Unit Siaga SAR Polman dan Pasangkayu. Sudah ada respon dari Bupati Polman dan Pasangkayu. Bahkan sudah menyiapkan gedung," ujarnya.

Selain itu, sudah dijanji akan diberikan lahan seluas satu hektar di Pasangkayu, kemudian Pemkab Polman akan memberikan gedung.

Dia mengaku saat ini Basarnas Mamuju masih kekurangan anggota untuk melayani enam kabupaten yang ada di Sulbar. Ke depan mereka berharap ada penambahan dari pusat.

"Sekarang kami hanya punya 13 anggota yang ASN. Kemudian yang kontrak itu ada 15 orang. Jadi kami hanya punya 28 anggota, itu keseluruhan mulai dari kepala kantor, makanya kami juga ke depan akan melakukan pengusulan untuk penerimaan,"kata dia.

Bahkan, awal berdiri Basarnas Mamuju hanya memiliki tujuh anggota, sehingga strategi untuk memaksimalkan pelayanan dengan melakukan pelatihan kepdla pemuda.

"Karena tugas pencarian bukan hanya tugas Basarnas. Ini adalah tugas kemanusiaan, sehingga kita mendekati para komunitas, seperti komunitas motor dan ofroad, minimal mereka paham bagaimana melakukan pertolongan pertama saat ada kejadian,"tuturnya.

Basarnas Mamuju, dari 28 kejadian yang diterima sepanjang tahun 2020, kebanyakan dari kabupaten Majene yang dialami oleh para nelayan.

"Karena di Majene itu mobilitas nelayan sangat tinggi sehingga laporan kecelakaan laut itu hampir semua dari Majene,"tuturnya.(tribun-timur.com).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved