Breaking News:

Tribun Parepare

Pemkot Parepare Dapat Reward DID Rp 55 Miliar

Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, mendapatkan reward berupa Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. 

ist
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe 

TRIBUNPAREPARE.COM, PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, mendapatkan reward berupa Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat. 

Pemkot Parepare keciprat DID sebesar Rp 55 miliar yang merupakan kali pertama dalam sejarah Sulsel, ada daerah dari 24 kabupaten/kota mendapatkan DID sebanyak ini. 

"Hal yang paling menonjol pada capaian kami sehingga mendapatkan penghargaan yakni, masuk sebagai kepala daerah inovatif," kata Taufan, Rabu (16/12/2020). 

Pada perlombaan itu, sebanyak 3.910 proposol yang mengikuti audisi. Tapi pada saat keluar hanya 99 Top Inovasi, Parepare termasuk di dalamnya Top 45, Parepare masih ada. 

"Tak sampai disitu, Parepare masuk lagi nominasi 12 top inovasi yang diperlombakan ke tingkat dunia. Itulah reward yang paling tinggi," kata Taufan Pawe.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini menambahkan, dirinya masuk sebagai Top Kepala Daerah Inovatif karena program Berdaya Srikandi oleh Srikandi dibawah naungan Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) Parepare

Ia menjelaskan, di Parepare terdapat 22 kelurahan, 11 diantaranya merupakan daerah pesisir.

Dari sana, Wali Kota Berlatar belakang ahli hukum ini terinspirasi memberdayakan warga pesisir terkait memenuhi hak-hak dasarnya dalam meningkatkan perekonomiannya.

"Jadi saya mulai berdayakan sarjana-sarjana muda kaum wanita pada masyarakat pesisir. Saya juga tidak mau melihat, istri-istri nelayan hanya tahu cari-cari kutu. Saya mau istirnya diperdayakan sehingga lahirlah ekonomi kreatif," jelas Taufan Pawe

Taufan Pawe juga menyinggung soal penyebaran Covid-19 yang kembali mulai meningkat.

Untuk itu, dirinya meminta seluruh jajarannya agar tidak lengah dan tetap memperketat protokol kesehatan. 

Bahkan dirinya menyiapkan sanksi tegas kepada camat dan lurah jika menemukan pelonggaran protokol kesehatan di tengah masyarakat. 

"Saya ingatkan 4 camat dan 22 lurah, kalau masih ada warga kedapatan menggelar hajatan di rumah, saya akan copot. Hajatan tetap harus di dalam gendung, karena itu terkontrol. Ada petugas kesehatan yang bakal mengontrol penerapan protokol kesehatan," pungkasnya.

Laporan wartawan Tribunparepare.com, Darullah, @uull_darullah.

Penulis: Darullah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved