Tribun Edukasi
Sering Digunakan, Ini Bedanya Tanda Baca Titik Dua dengan Titik Koma
Ada banyak jenis tanda baca, yang patut digarisbawahi, setiap penulisan tanda baca punya pedoman penulisan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tanda baca merupakan simbol yang tidak berhubungan dengan kata dan frasa pada suatu bahasa.
Tanda baca berperan menunjukkan struktur suatu tulisan.
Juga sebagai intonasi atau jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.
Ada banyak jenis tanda baca. Yang patut digarisbawahi, setiap penulisan tanda baca punya pedoman penulisan.
Baca juga: Jawaban Soal UAS Biologi Kelas 11: Fungsi Sistem Peredaran Darah Manusia
Baca juga: Kumpulan Nama-nama Pakaian dan Aksesorinya Dalam Bahasa Inggris, Dari Blus, Sepatu, hingga Kardigan
Dalam artian kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik selalu memperhatikan tanda baca.
Salah satu tanda baca yang paling sering digunakan adalah titik (.) dan koma (,).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, titik diartikan sebagai noktah (pada huruf, tanda, tanda baca, dan sebagainya).
Sedangkan koma adalah tanda baca (,) yang dipakai untuk memisahkan unsur dalam suatu perincian, memisahkan nama orang dari gelar akademik yang mengiringinya, memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi dalam kalimat, dan sebagainya.
Kali ini kita akan menelaah perbedaan penggunaan titik dua (:) dan titik koma (;).
Baca juga: Ini Soal UAS Biologi: Replikasi DNA
Baca juga: Yuk Mengenal Nama-nama Alat Transportasi dalam Bahasa Inggris, Lengkap Artinya
Secara garis besar, perbedaan keduanya dapat ditengarai melalui kata sebelum dan sesudahnya.
Bila memuat perincian, maka kita menggunakan titik koma.
Sementara untuk titik dua penggunaannya lebih beragam.
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) merumuskan penggunaan titik dua sebagai berikut:
Titik dua
- Akhir pernyataan diikuti perincian
Tanda titik dua digunakan pada akhir dari suatu pernyataan lengkap.
Namun titik dua tidak dipakai bila perincian tersebut merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Contohnya:
Tika membeli buah: apel, pisang, salak, dan durian.
Hanya ada dua kemungkinan dalam menjawab soal ujian: benar atau salah.
Jadwal kerja hari ini meliputi
a. peliputan
b. penulisan naskah
c. penyuntingan, dan
d. pelaporan.
Baca juga: Kunci Jawaban Latihan Soal Pilihan Ganda Ujian Akhir Semester/UAS Pelajaran Matematika Kelas 11 SMA
Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4 SD Judul Sikap Kepahlawanan Halaman 101 102 103 104 105 106 107
- Ungkapan yang memerlukan pemerian
Titik dua digunakan sesudah kata ungkapan yang memerlukan pemerian. Pemerian maksudnya penjelasan, detail, atau spesifikasi.
Contohnya:
Nama : Tri Budi Dharma
Tempat, tanggal lahir : Palembang, 30 Juni 1988
Alamat : Jl Guntur nomor 26, Banyuasin, Palembang
Ketua : Drs. Christanto Puji, M.Hum.
Sekretaris : Prof. Dr. Nova Anantasari
Bendahara : Meri Tanto, S.Pd.
- Dialog dalam naskah drama
Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah nama yang menunjukkan tokoh atau pelaku dalam percakapan.
Contohnya:
Malin : “Siapa kau? Aku tidak kenal.”
Ibu : “Aku ibumu, Malin.”
Malin : “Tidak! Kau pasti bohong. Ibuku sudah lama meninggal. Aku tidak punya ibu.”
- Jilid, nomor, dan halaman
Tanda titik dua digunakan di antara jilid atau nomor dan halaman.
Contohnya:
(Pradopo, 1990:52)
Jurnal Budaya, XXVII, No. 5/2019: 6
Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 2 SD Tema 5 Halaman 91 93 94 95 96 dan 97 Berjudul Pengalamanku
Baca juga: Yuk Mengenal Nama-nama Alat Transportasi dalam Bahasa Inggris, Lengkap Artinya
- Ayat kitab suci
Tanda titik dua digunakan sebagai penanda ayat dalam kitab suci.
Contohnya:
Surat An Nisa: 12
Yesaya 40:5-17
- Judul
Tanda titik dua digunakan dalam judul dan anak judul suatu karangan.
Contohnya:
Siberut: Narasi Gamblang Perebutan Kekuasaan Terhadap Hutan
Aku, Buku dan Lingkunganku: Antologi Cerpen Anak
- Daftar pustaka
Tanda titik dua digunakan dalam daftar pustaka, tepatnya di antara nama kota dan penerbit.
Contohnya:
Christanty, Linda. 2011. Jangan Tulis Kami Teroris. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Damono, Sapardi Djoko. 2016. Bilang Begini, Maksudnya Begitu. Jakarta: PT Gramedia.
Titik koma
Pengaturan penggunaan tanda baca titik koma (;) juga diatur dalam PUEBI.
Penggunaan tanda titik koma yang tepat adalah sebagai berikut:
- Pengganti konjungsi
Tanda titik koma digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain dalam kalimat majemuk.
Contohnya:
Hari sudah pagi; ibu bergegas pergi ke pasar. Doni membaca jurnal; Farah mencatat rangkuman pelajaran; Grace memilah data statistik.
Baca juga: Kenali Nama Tempat Umum dalam Bahasa Inggris , Mulai dari Airport hingga Zoo
- Akhir perincian
Tanda titik koma digunakan sebagai akhir dari perincian berupa klausa.
Contohnya:
Syarat siswa calon peserta penerima beasiswa antara lain
(1) berbadan sehat;
(2) jumlah keseluruhan nilai rata-rata di atas 8;
(3) tidak memiliki riwayat pelanggaran tindak pidana; dan
(4) memenuhi seluruh kelengkapan formulir pengajuan beasiswa.
- Pemisah bagian dalam perincian
Tanda titik koma digunakan sebagai pemisah bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan koma.
Contohnya:
Penjaga toko memisahkan barang dagangan di rak, seperti buku, pensil, penggaris, penghapus, makanan ringan dan minuman kemasan, sabun, pasta gigi, dan sampo.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/15/171626969/perbedaan-titik-dua-dan-titik-koma,".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/perbedaan-penggunaan-titik-dua-dan-titik-koma.jpg)