Breaking News:

Opini

OPINI TRIBUN: Merajut Optimisme di Tengah Pandemi Covid-19

Badan Pusat Statistik telah merilis publikasi Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota Tahun 2020. Dalam publikasi tersebut tersaji informasi terk

Editor: Mansur AM
Freepik
Ilustrasi Merajut Optimisme di Tengah Pandemi Covid-19 

Muhammad Ilham Mubarok, S.Si.

Staf Seksi Analisis Lintas Sektor BPS Sulsel

TRIBUN-TIMUR.COM - Badan Pusat Statistik telah merilis publikasi Data dan Informasi Kemiskinan Kabupaten/Kota Tahun 2020. Dalam publikasi tersebut tersaji informasi terkait kemiskinan serta indikator/variabel lain terkait dengan isu kemiskinan. Salah satunya jumlah dan persentase penduduk miskin.

Tingkat kemiskinan Sulawesi Selatan periode Maret 2020 sebesar 8,72 persen, meningkat dibanding Maret 2019 (8,69 persen). Bagaimana dengan di kabupaten/kota?

Terdapat 5 kabupaten (Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang) dan 3 kota (Makassar, Parepare, Palopo) mengalami kenaikan tingkat kemiskinan berkisar 0,04 – 0,62 persen. Kenaikan tertinggi terdapat di Kabupaten Bone dengan tingkat kemiskinan 10,06 persen di tahun 2019 naik menjadi 10,68 di tahun 2020.

Sedangkan 16 kabupaten lain mengalami penurunan tingkat kemiskinan berkisar 0,08 – 0,40 persen. Penurunan paling besar terdapat di Kabupaten Toraja Utara dengan tingkat kemiskinan 12,41 di tahun 2019 menjadi 12,01 di tahun 2020.

Peningkatan kemiskinan ini tidak bisa terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Melemahnya daya beli masyarakat yang menyebabkan turunnya produksi sehingga beberapa tenaga kerja terkena PHK. Tidak adanya pendapatan menyebabkan pengeluaran juga menurun sehingga daya beli melemah. Konsumsi masyarakat yang menurun terlihat dari konsumsi rumah tangga Sulawesi Selatan yang tumbuh negatif di triwulan 2 dan 4 tahun 2020 yang sebesar -3,64 persen dan -1,55 persen (berita resmi statistik BPS). Meski tampak membaik di triwulan 3-2020 namun belum sepenuhnya kembali normal.

Jika melihat pola mobilitas penduduk Sulawesi Selatan (google mobility) hingga triwulan 3-2020, mobilitas penduduk di tempat perdagangan retail dan rekreasi belum sepenuhnya pulih. Namun optimisme hadir dimana mobilitas penduduk di tempat belanja dan farmasi mengalami peningkatan signifikan, bahkan sudah melebihi tingkat pergerakan saat sebelum pandemi. Masih berlakunya pembelajaran daring dan sebagian kantor masih work from home menunjukkan ekonomi belum pulih sepenuhnya.

Dari sisi ketenagakerjaan, periode Agustus 2020 Sulawesi Selatan mengalami peningkatan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang cukup ekstrim yaitu sebesar 6,31 persen di Agustus 2020 dari yang sebelumnya 4,62 persen di Agustus 2019. Artinya ada peningkatan pengangguran sebesar 1,69 persen (149.611 orang). Sedangkan di kabupaten/kota, Kota Makassar mengami lonjakan TPT terbesar yaitu 15,92 persen tahun 2020 dari yang tahun sebelumnya 9,83 persen. Sedangkan kabupaten/kota lain mengalami hal yang sama, meningkat antara 0,05 hingga 2,09 persen.

Hasil Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) periode Agustus 2020 Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat 61,15 ribu orang yang mengalami PHK karena dampak pandemi Covid-19. Persentase terbesar yang menganggur karena dampak pandemi terdapat di Kota Palopo sebesar 13,53 persen, kemudian diikuti Kota Makassar sebesar 13,39 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved