Breaking News:

Citizen Reporter

BRPBAPPP Maros Webinar Tentang Sampah di Pesisir

BRPBAPPP Maros melaksanakan webinar dengan Tema Sampah di Pesisir, Pendekatan Masyarakat dan Tantangan Program GEMARIKAN

BRPBAPPP Maros
BRPBAPPP Maros melaksanakan webinar dengan Tema Sampah di Pesisir, Pendekatan Masyarakat dan Tantangan Program GEMARIKAN, Berbagi Informasi untuk Penyuluh Perikanan, Kamis (11122020). 

Belum lagi adanya tambahan sampah domestik, sampah industri dari kawasan pemukiman di pesisir.  Ini semua terdekomposit di pesisir dan lautan kita.

Lebih lanjut lagi, sampah tersebut kemudian masuk ke ekosistem pesisir yang kita ketahui fungsi ekologisnya sebagai daerah nursery beragam jenis ikan. 

Kondisi alamiah daerah tersebut dapat terkontaminasi dari tumpukan sampah yang mencemari pesisir. 

Dampaknya tentu berpotensi terhadap kesehatan ikan baik untuk pertumbuhannya maupun pada kualitas karkas daging ikan tersebut.

Selanjutnya ikan tersebut dikonsumsi oleh kita sendiri, oleh generasi kita sendiri, bahkan KKP menggiatkan Gerakan Makan Ikan atau GEMARIKAN.

“Khusus Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, kita dapat memulai dari gerakan membangun kesadaran bersama dengan mengajak kelompok pelaku utama mulai dari pembudidaya, nelayan, pengolahan produk dapat dibangkitkan kesadaran bersama dalam pencegahan dan penanggulangan sampah. 

Mulai membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk minta dibangunkan fasilitas tempat pembuangan sampah sementara di kawasan pemukiman mereka, termasuk pengangkutannya ke tempat pembuangan terakhir.

Saya harap gerakan ini juga dibantu oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk sama-sama fokus pada sarana dan prasarana pengelolaan sampah di kawasan pemukiman pelaku utama di pesisir,”ujar Lily.

Pada sesi paparan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Adi Fajar Ramly menjelaskan bahwa persoalan mendasar terkait dengan pengelolaan sampah adalah Rendahnya kepedulian publik (perilaku masyarakat), Permasalahan sampah plastik yang semakin banyak, Rendahnya kapasitas pengelolaan sampah di daerah sehingga diperlukan tindakan yang nyata untuk mengurangi sampah diantaranya melakukan pengembangan ekonomi berbasis pengelolaan sampah.

Narasumber dari WWF Indonesia, Erdi Lazuardi. Menyampaikan bahwa Indonesia Termasuk Negara yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi sehingga jika persoalan sampah diabaikan maka habitat penting dan biota laut laut terancam punah.

Halaman
123
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved