Aplikasi Allirita

Anak Muda di Wajo Buat Aplikasi Allirita', Sebuah Upaya Merawat Tradisi Lisan

Sekelompok anak muda di Kabupaten Wajo cukup resah dengan terdegradasinya budaya lisan masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI
Launching aplikasi Allirita' di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Sabtu (5/12/2020) malam. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Sekelompok anak muda di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan cukup resah dengan terdegradasinya budaya lisan masyarakat.

Mulanya, ada lima orang yang menggagas platform digital yang fokus mengangkat isu kebudayaan.

Tim kerja yang berafiliasi dengan Yayasan Budaya Wajo itu pin mendapatkan kucuran dana fasilitasi Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kini, aplikasi Allirita' telah dilaunching, Sabtu (5/12/2020) malam. Aplikasi yang didominasi warna jingga itu, sebagai simbol warna Kerajaan Wajo masa lampau.

Nama Allirita' sendiri bermakna tiang dalam Bahasa Bugis. Tentu, diharapkan menjadi tiang penopang budaya yang terancam punah digerus teknologi informasi terbarukan.

Menurut Muhammad Ichlas Sudarmin, keberadaan tradisi lisan di Kabupaten Wajo mengalami pengikisan.

Boleh jadi karena globalisasi, penuturnya kian berkurang, atau kesadaran masyarakat yang belum terbentuk. Namun, bisa jadi ketiga alasan itu kompleks.

"Kami juga melihat kondisi ini dari refleksi masa kecil yang tidak dikenalkan pada tradisi lisan di daerah sendiri. Melainkan tumbuh dengan pengenalan budaya, dongeng, cerita rakyat yang berasal dari luar daerah Bugis, atau Wajo ini sendiri," katanya.

Cerita rakyat seperti Nene Pakande' atau La Welle sudah sangat jarang didengar. Menyimak orang menuturkannya saja adalah hal langka.

Ichlas yang kuliah di Universitas Brawijaya Malang itu menyebut masalah ini cukup penting untuk dipecahkan.

"Jika masa kecil anak-anak Bugis dibesarkan dengan budayanya sendiri, maka mereka akan berkembang menjadi identitas yang dipegang teguh, sehingga bisa menjadi pondasi pemajuan kebudayaan Indonesia," katanya.

Platform digital Allirita' memang berfokus pada tradisi lisan masyarakat. Elong-kelong (lagu-lagu), pa'carita (pencerita) atawa cerita rakyat dikemas dengan apik dan menarik dalam aplikasi Allirita'.

Kini, platform digital itu diasuh oleh 20 orang dalam tim kerja Allirita'. Semuanya anak muda Kabupaten Wajo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Amiruddin yang turut hadir pada launching aplikasi Allirita' di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, memberi apresiasi yang setinggi-tingginya.

"Ini sebuah simbol, kita di Wajo bisa melahirkan informasi kebudayaan. Kita punya nilai budaya yang belum terinventarisir dengan baik dan dengan lahirnya aplikasi Allirita', ini selangkah lebih maju lompatannya," katanya.

Perkataan Amiruddin berdasar. Jika kabupaten atau daerah lain masih sibuk mendiskusikan kebudayan asli mereka, Kabupaten Wajo telah mendeklarasikan diri dengan mendokumentasikan kebudayaannya.

"Ini menjadi kebanggan kita, pemerintah dan masyarakat Wajo," katanya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved