Jalan Rusak
Tak Diperhatikan Pemerintah, Warga di Desa Buntubuda Patungan Perbaiki Jalan
Meski tak jauh dari pusat kota Kabupaten Mamasa, akses jalan ini tak mendapat perhatian dari pemerintah.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kurang lebih satu kilometer dari pusat Kota Mamasa, terdapat jalan penghubung dua desa yakni Desa Buntubuda dan Desa Taupe.
Kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan. Jika musim hujan, jalan itu sulit dilalui karena berlumpur.
Sementara jalan itu satu-satunya akses yang menghubungkan dua beberapa dusun.
Jalan itu tepat berada di Tameno, Dusun Makau, Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa yang menghubungkan ke Dusun Ne'ke, Desa Taupe.
Meski tak jauh dari pusat kota Kabupaten Mamasa, akses jalan ini tak mendapat perhatian dari pemerintah.
Karenanya, warga di dua dusun itu berinisiatif memperbaiki jalan dengan cara patungan.
Agustinus, koordinator perbaikan jalan mengatakan pihaknya berinisiatif memperbaiki jalan sebab prihatin dengan kondisi jalan yang sulit dilalui kala musim hujan.
"Kalau hujan kondisinya parah. Jadi kita patungan untuk memperbaiki karena memang ini titik yang paling parah," kata Agustinus, kepada Tribunmamasa.com, Kamis (3/12/2020) siang.
Ia menjelaskan, agar bisa dikerjakan setiap kepala keluarga memberikan sumbangan berapapun sesuai kemampuan.
Namun tak sedikit warga memberikan sumbangan dalam bentuk material berupa semen.
Beruntung, pekerjaan jalan dengan kontruksi beton sepanjang kurang lebih 20 meter itu tidak membutuhkan biaya banyak karena material pasir dan kerikil dekat dari sungai.
"Kita hanya gotong-royong mengangkut kerikil dan pasir," jelasnya.
Selaras dengan itu, Yohanis yang juga warga di Tameno mengatakan, jalan yang diperbaiki merupakan titik terparah yang menghubungkan dua dusun itu.
Sayangnya kata dia, meski tak jauh dari pusat kota namun tidak tersentuh oleh pembangunan.
Yohanis berharap akses jalan yang merupakan urat nadi perekonomian masyarakat agar mendapat perhatian dari pemerintah.
"Jalan ini ada kurang lebih 2 kilometer hingga di dusun terakhir, tetapi memang ini yang paling parah. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah," harapnya.(*)
Laporan Wartawan Tribunmamasa.com, @sammy_rexta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jalan-di-tameno-dusun-makau-yang-menghubungkan-dusun-neke-desa-taupe.jpg)