Tribun Bantaeng

Penyakit TBC di Kabupaten Bantaeng Capai 143 Kasus, Terbanyak di Kecamatan Gantarangkeke

Kabupaten Bantaeng Sulawesi-selatan saat ini juga sedang menghadapi penyakit Tuberkulosis (TB) atau biasa disebut TBC.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
ist
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Armansyah 

TRIBUNBNATAENG.COM, BANTAENG - Kabupaten Bantaeng Sulawesi-selatan saat ini juga sedang menghadapi penyakit Tuberkulosis (TB) atau biasa disebut TBC.

Bahkan, angka kasus TBC mencapai 143 yang tersebar pada delapan Kecamatan di Kabupaten Bantaeng.

Kasus TBC terbanyak berada pada wilayah kecamatan Gantarangkeke yakni, sebanyak 41 kasus.

Namun, dari 143 kasus sebanyak 55 masih dalam masa pengobatan. Sisanya 88 telah dinyatakan sembuh.

"Total 143 pasien tersebar pada delapan kecamatan, 55 sementara berobat sisanya telah sembuh," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng, dr Armansyah, kepada TribunBantaeng.com, Minggu, (29/11/2020).

Kemudian, pada wilayah Kecamatan Pajukukang 25 kasus, Bantaeng 22 kasus, Tompobulu 19 kasus, Eremerasa 11 kasus, Bissappu 13 Kasus, Uluere 7 kasus dan Sinoa 5 kasus.

Untuk mengatasi hal itu, kata dia, Dinas Kesehatan Bantaeng saat ini melakukan pengobatan kepada pasien TBC secara berkala selama enam bulan.

Selain itu, kata dia dilakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan penemuan kasus.

"Upaya kami sekarang sementara peningkatan penemuan kasus agar peningkatan kasus TBC di bantaeng bisa cepat di cegah," ujarnya.

Upaya penemuan kasus dilakukan disetiap puskesmas dengan menanyakan gejala TBC yang dialami warga yang datang berobat.

Namun, saat ini terdapat kendala untuk menemukan kasus. Sebab, dengan adanya Covid-19 sangat kurang warga yang datang untuk berobat di Puskesmas.

"Bila ada masyarakat yang datang ke puskesmas untuk memeriksakan diri dan mengeluh batuk lama, dan gejala penunjangnya maka rekan rekan dilapangan memberikan pot dahak untuk diperiksa secara cepat atau TCM. Tetapi tingkat kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan menurun karena Covid-19," jelasnya.

Olehnya itu, dr Arman sapan karibnya mengimbau agar warga yang punya gejala TBC seperti batuk apalagi disertai dengan darah segeralah berobat.

Bagi yang saat ini sedang masa pengobatan agar mengkonsumsi obat yang telah disediakan secara teratur

"Untuk terhindar dari penularan TBC, harus menjaga higienitas pribadi, higienitas lingkungan dan berilah tubuh nutrisi yang baik dan kalori berimbang sehingga status gizi baik, tubuh menjadi sehat dan bugar," tambahnya.

Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved