Breaking News:

Tribun Pasangkayu

Kejari Pasangkayu Sulbar Sita Aset Milik Mantan Kadis DKP

Kejari Pasangkayu sita aset milik Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP), Abbas dan seorang wiraswasta inisial S

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Kejari Pasangkayu
Kejari Pasangkayu bersama BPN melakukan penyitaan aset milik mantan Kelapa DKP. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Kejari Pasangkayu sita aset milik Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP), Abbas dan seorang wiraswasta inisial S setelah ditetapkan tersangka korupsi alat berat.

Penyitaan harta kekayaan atau aset tidak bergerak milik kedua tersangka dipimpin langsung Kajari Pasangkayu, Kasi Pidsus dan Kasi Intel.

"Kami baru-baru ini, menyita harta tidak bergerak milik kedua tersangka dibeberapa titik di Pasangkayu, hingga di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah," kata Kajari Pasangkayu, Imam S Sidabutar, kepada Tribun via whatsapp.

Untuk di Kabupaten Pasangkayu, jaksa telah menyita aset di 4 titik lokasi lahan dengan luas total 3,4 Hektar. Sedangkan untuk di Kabupaten Sigi, Jaksa menyita sebidang tanah dan rumah dengan luas 104 meter.

"Kami menyita harta milik tersangka di Pasangkayu di 4 titik dengan luas total lahan 23,4 hektar dan kami lanjutkan ke Kabupaten Sigi Sulteng dan kami menyita sebidang lokasi dan berdiri sebuah rumah dengan luas lokasi 104 meter,"jelasnya.

Dalam penyitaan aset tidak bergerak milik kedua tersangka, Imam mengaku, telah menggandeng BPN dan kepala desa setempat.

"Dan setiap aset milik tersangka, pihak kejaksaan mengamankan sejumlah sertifikat atas milik tersangka hingga memberikan garis atau penyegelan,"ucapnya.

Tujuan penyitaan aset milik tersangka itu, hanya untuk memperlancar penyidikan dalam pembuktian di persidangan nanti dengan kerugian negara 7,6 Miliar. 

"Sidang dalam waktu dekat. Kita melihat dari kerugian negara yang ditimbulkan sangat besar sekali 7,6 Miliar. Sehingga nantinya atas kerugian negara itu bisa ditutupi nilai aset yang disita itu,"pungkasnya.  

Seperti diketahui, terhadap kasus ini Kejari Pasangkayu telah menahan tiga tersangka dengan inisial U, S dan A.

Ketiganya menjadi tersangka kasus korupsi sewa alat berat (Eskavator ) pada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Kabupaten Pasangkayu

Dugaan permainan yang dilakukan ketiga tersangka adalah sewa alat berat tidak seluruhnya masuk ke kas daerah, sehingga merugikan keuangan negara sekitar 7,6 Miliar, berdasarkan perhitungan kerugian negara ( PKN ) oleh BPKP Provinsi Sulbar.(tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved