Breaking News:

Citizen Report

Persekutuan Doa Bersama Online Umat Beragama di Seluruh Dunia untuk Mengakhiri Covid-19

DI tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang telah mengakibatkan lebih dari 60 juta kasus dan 1,4 juta meninggal di seluruh dunia, Gereja Shinche

Persekutuan Doa Bersama Online Umat Beragama di Seluruh Dunia untuk Mengakhiri Covid-19 - doa-bersama-hwpl-1-26112020.jpg
DOK HWPL
Kegiatan doa bersama oleh Gereja Shincheonji, Minggu, 15 November 2020, untuk mengakhiri pandemi virus corona.
Persekutuan Doa Bersama Online Umat Beragama di Seluruh Dunia untuk Mengakhiri Covid-19 - doa-bersama-hwpl-2-26112020.jpg
DOK HWPL
Kegiatan doa bersama oleh Gereja Shincheonji, Minggu, 15 November 2020, untuk mengakhiri pandemi virus corona.

Sebanyak 352 orang pemuka agama yang bekerjasama untuk perdamaian bersama Man-hee Lee dari 73 negara di dunia, seperti Budha, Sikh, Islam, Hindu, dan lainnya berpartisipasi dalam persekutuan doa secara serempak karena mereka setuju bahwa dalam situasi bencana, umat agama harus berlangkah dulu untuk mengatasi krisis.

Anak Agung Diammica, sekretaris pertukaran internasional untuk sebuah asosiasi Hindu di Indonesia, berkata, “Pertemuan doa sangat bagus. Dengan hati yang dalam dan tulus, saya pikir kita adalah satu. Kita harus terus berdoa hingga pandemi virus corona berakhir. Mari kita lanjutkan sinergi kita di antara para pemimpin agama dunia untuk perdamaian, harmoni, keadilan, dan kemakmuran dunia. Saya senang bisa mengikuti acara ini untuk mencapai perdamaian dan harmoni dunia.”

Setelah persekutuan doa tersebut, pada tanggal 16 November 2020, Gereja Yesus Shincheonji mendonasikan plasma berskala besar kepada lebih dari 4 ribu orang yang sudah sembuh dari Covid-19 untuk mengembangkan pengobatan yang lebih efektif dan cepat.

Gereja Yesus Shincheonji telah menyumbangkan plasma sekitar 1.700 orang dalam dua kali pada bulan Juli dan September, dan jumlah pendonor plasma lebih dari dua kali telah mencapai 312 orang.

Terkait sumbangan plasma tersebut, mantan Perdana Menteri Hrant Armenia berkata, “Patut mendapat pujian atas tindakan mereka yang memutuskan menyumbangkan plasma atas permintaan pemerintah. Jika vaksin dikembangkan melalui donasi plasma tersebut, itu akan sangat membantu di seluruh dunia.”

Pejabat Gereja Yesus Shincheonji berkata, “Kami telah melakukan ibadah online sejak 18 Februari, dan sejak awal penyebaran Covid-19, kami tetap berdoa untuk pengakhiran virus corona, keselamatan otoritas karantina dan staf medis, serta pemulihan pasien dalam setiap kebaktian. Sampai Covid-19 berakhir, kami akan melakukan segala yang bisa kami laksanakan dengan sikap bertanggung jawab."(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved