Breaking News:

Tribun Majene

Cuaca Panas dan Bikin Gerah di Wilayah Majene dan Polewali, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca Panas dan Bikin Gerah di Wilayah Majene dan Polewali, Ini Penjelasan BMKG. Padahal wilayah Sulawesi Barat sejak November memasuki musim hujan

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/EDYATMA JAWI
Kantor BMKG Majene di Leppe, Kecamatan Banggae Timur, Majene. 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN -- Cuaca Panas dan Bikin Gerah di Wilayah Majene dan Polewali, Ini Penjelasan BMKG

Sejumlah masyarakat yang tinggal di wilayah Polewali Mandar (Polman) dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) merasakan cuaca lebih terik yang menyebabkan udara terasa lebih gerah.

Kondisi ini terjadi khususnya pada siang hari.

Padahal wilayah Sulawesi Barat sejak November 2020 tengah memasuki musim penghujan.

Menanggapi kondisi ini, Staff Operasional Gofisika Stasiun Meteorologi Majene, Hadi Nur Rohman menjelaskan,  suasana panas hingga gerah disebabkan oleh faktor klimatologis.

Secara klimatologis adanya gerakan semu matahari yang saat ini berada di selatan ekuator menuju wilayah ekuator ke belahan Bumi Selatan

"Wilayah Majene dan Polewali berada di selatan ekuator sehingga mendapat pemanasan yang maksimal pada siang hari," paparnya.

Hadi menyampaikan kondisi cuaca dan suhu udara yang menyebabkan terasa gerah diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan depan.

"Diperkirakan sampai pertengahan Desember suhu udara masih seperti ini," ujarnya.

Adapun shu di wilayah Majene yang tercatat di stasiun Metereologi Majene berkisar antara 25-32°C, namun terkadang dapat mencapai 33°C. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved