VIDEO: Ular Piton Raksasa Telan Sapi di Salubiro Mamuju Tengah Sulbar

Ular piton tersebut langsung dibunuh oleh warga. Kepalanya langsung diparangi hingga nyaris putus.

Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Pertengahan tahun 2017 lalu, warga Sulawesi Barat digemparkan dengan peristiwan ulang Piton raksasa memang Akbar (25) warga Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah.

Akbar ditemukan tewas dalam perut ular piton dengan panjang 7.5 meter satu hari pasca dinyatakan hilang. Yang membuat warga terheran-heran, karena Akbar ditelang bersama sepatu laras yang digunakan memanen buah kelapa sawit.

Kali ini, warga Desa Salubiro kembali geger, seekor ular piton raksasa kembali muncul. Ular itu ditemukan warga dalam kondisi perut buncit dan tak bisa bergerak dari tempat di sebuah kebun sawit warga.

Ular sanca atau ular piton tersebut memangsa hidup-hidup seekor sapi perliharaan warga yang jaraknya sekitar 300 km dari pusat Kota Mamuju.

Bahkan, video dan foto penemuan ular sanca kembang ini juga viral di media sosial, warga yang melihat langsung menvideokan dan diupload di facebook.

Ular piton tersebut langsung dibunuh oleh warga. Kepalanya langsung diparangi hingga nyaris putus.

Warga kemudian membawa ular tersebut ke perkampungan dan dijadikan tontonan oleh warga Desa Salubiro.

Menurut salah seorang warga, Hamzah, yang dikonfirmasi Tribun-Timur.com membenarkan kejadian itu, kata dia, ular yang memangsa sapi warga tersebut panjangnya diperkirakan 5 meter.

“Benar bahwa tadi pagi warga menemukan ular sawah (Phyton) yang memakan anak sapi,"kata Hamzah.

Dikatakan, sejak kemarin salah seorang warga mengikat induk sapinya di belakang rumah. Tapi tiba-tiba anak sapi tersebut hilang.

"Setelah dicari-cari, yang didapat adalah ular di semak-semak dengan perut membesar,” ujar Hamzah.

Hamzah juga mengungkapkan penemuan ular piton yang memangsa sapi warga itu tak jauh dari tempat Akbar tewas ditelan ular piton tiga tahun lalu.

"Itulah sebabnya para petani di Salubiro enggan dan biasanya takut ke kebun. Apalagi kalau sendiri. Makanya kami berharap kepada pemerintah atau pihak berwenang ada upaya untuk menangkap ular-ular yang kami yakini masih banyak di kebun-kebun kami,"pungkas Hamzah.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved