Breaking News:

Dicari KPK, Bupati Polewali Mandar: Berarti Disayang

Lembaga anti rasuah itu memeriksa belasan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2014 - 2019

TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Bupati Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Bupati Polewali Mandar (Polman) Andi Ibrahim Masdar memberikan dukungan terhadap kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polman. 

Kehadiran KPK beberapa hari terakhir di Polman terkait penyelidikan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2016/2017 yang diduga penyimpangan mengarah pada tindak pidana korupsi. 

Lembaga anti rasuah itu memeriksa belasan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) periode 2014 - 2019 dan beberapa mantan pejabat Pemkab Polman. 

"Orang didatangi KPK berarti itu disayang. Jangan berbuat begini. Sekaligus menepis isu isu yang tidak benar bahwa ada begini ada begitu, "Kata Andi Ibrahim Masdar kepada wartawan, Senin (23/11/2020). 

Andi Ibrahim Masdar mengaku justru bersyukur ketika KPK datang di Polewali Mandar agar tudingan dan isu beredar selama ini bisa terungkap. 

"Saya justru senang kalau beliau (KPK) datang. Supaya kita bisa bicara yang benar. Kalau beliau datang langsung bisa membuktikan apa benar atau tidak, "  Paparnya 

Ia meyakini KPK adalah lembaga independen dan profesional dalam melaksanakan tugas tugasnya dan bebas dari intervensi siapa pun. 

"Penyidik KPK itu bukan penyidik kacang kacangan, orang masuk jadi penyidik hebat hebat semua. Dia tau yang benar mana tidak benar, " paparnya.

Orang nomor satu Polewali Mandar juga menyampaikan dirinya siap memberikan keterangan  kepada penyidik KPK jika masih dibutuhkan. 

Sebelumnya, ia tidak tidak hadir beberapa hari lalu dengan alasan sedang melakukan kunjungan kerja ke luar. 

Kunjungan itu dalam rangka melihat sistem  pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengelolaan Air Minum. 

"Iya, saya harus kooperatif. Sebagai pemimpin harus bertanggung jawab. Apa kan yang jadi salah. Mereka datang hanya untuk memastikan benar atau tidak," ujarnya.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved