Breaking News:

Masalah di Era Jokowi, TNI vs FPI dan Habib Rizieq Shihab,Akademisi Soal Penasihat Militer Presiden

TNI vs FPI atau TNI vs Imam Besar FPI dinilai masalah serius di era Jokowi. Penasihat militer presiden diminta memberi penjelasan yang benar

istimewa
Nama Dudung Abdurachman menjadi trending setelah mengaku memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab. Dosen UI Dr Mulyadi Opu Andi Tadampali ingatkan pentingnya penasihat militer presiden 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Masalah bermunculan saat ini. Pandemi corona belum reda, bermunculan masalah baru atau dipermasalahkan. Tentara copot baliho Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, masih jadi diskursus. Ada yang menyebut sikap TNI sudah benar, ada yang bilang terlalu jauh.

Media social dan diskusi di warung kopi masih sibuk membahas FPI vs TNI atau Pangdam Jaya vs Imam Besar FPI. Berita Habib Rizieq Shihah hari ini masih berkutat pada isu ini.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar Prof Qasim Mathar acungkan jempol terhadap sikap TNI menghadapi FPI dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

“Pangdam Jaya usulkan FPI dibubarkan. Ini namanya Negara hadir,” tegas Prof Qasim dalam diskusi via WhatsApp Group Senter-senter Bella.

Menurut Prof Qasim Mathar, ketika Ketika ada "lonte" yang berani kurang ajar kepada "ulama" dan "ulama" yang berani berkata dengan memakai diksi yang kasar dan ejekan, maka keduanya mendapat pengikut yang berbanding.

“Ternyata kata-kata yang tidak santun kalau dinarasikan dengan lantang, telanjang, dan berapi-api, meskipun tak disukai banyak pihak, mampu menarik dan menyerap energi buruk manusia menjadi satu kekuatan yang menakutkan,” jelas Prof Qasim Mathar.

“Minta saja ketua-ketua parpol itu berbicara persis corak dan diksi yang dipakai Habib Rizieq Shihab atau Nikita Mirzani, pasti dia akan mengundang massa di belakangnya. Sanggup dan berani, silakan. Manusia gampang digiring dengan narasi begitu ketimbang narasi bercorak kebalikannya. Maaf, energi negatif manusia lebih mudah dimobilisir ketimbang energi positifnya,” jelas Prof Qasim Mathar menambahkan.

Dosen Fisipol Universitas Indonesia (UI) Dr Mulyadi Opu Andi Taddampali memilih mengeritik penasihat militer Presiden Jokowi.

“Di era Jokowilah banyak purnawirawan militer yang terang-terangan menentang kekuasaan plus ada tentara aktif yang bicara lantang tentang situasi Negara,” ujar Dr Mulyadi Opu Andi Tadampali.

Itu kabar buruknya. Kabar baiknya, “Tapi jangan khawatir, hanya segelintir perwira saja yang mengingkari takdir TNI sebagai Tentara Revolusioner Profesional,” tegas Dr Mulyadi Opu Andi Tadampali.

Halaman
123
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved