Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Patrick Kallon, Titisan Sang Legenda PSM dari Benua Afrika

Patrick Kallon, Titisan Sang Legenda PSM dari Benua Afrika. Musa Kallon, nama yang begitu melegenda bagi fans PSM Makassar

Tayang:
Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
PSM Makassar
Prince Patrick Kallon (kanan) saat ikut berlatih skuat PSM Makassar senior untuk persiapan lanjutan Liga 1 Indonesia 2020 di Yogyakarta, Oktober lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Patrick Kallon, Titisan Sang Legenda PSM dari Benua Afrika

Musa Kallon, nama yang begitu melegenda bagi fans PSM Makassar

Sebagai generasi pertama pemain asal Afrika yang bermain di Indonesia, Musa Kallon menjadi andalan PSM di tahun 1996-1997.

Bahu membahu dengan pemain asing lainnya seperti Luciano Leandro, Musa Kallon membawa PSM melaju hingga semifinal Ligina 1996-1997 sebelum kandas oleh Persebaya Surabaya. 

Kini, Musa Kallon yang juga saudara dari Legenda Inter Milan, Muhamed Kallon sudah pensiun dari dunia sepakbola.

Tetapi namanya kembali terdengar, setelah titisannya, Prince Patrick Kallon, mulai beranjak remaja.

Patrick Kallon adalah putra dari Musa Kallon, menjelma menjadi seorang pesepakbola yang menarik perhatian suporter PSM.

Saat ini Patrick Kallon tercatat sebagai pemain akademi PSM Makassar. Semenjak kemunculan dan keputusannya bergabung di akademi PSM, tahun 2018 lalu, ia diharapkan bisa menjadi penerus sang ayah.

Ini dikarenakan, posisi yang dimainkan yakni sebagai winger atau striker sama seperti posisi yang dimainkan oleh sang ayah.

Perlahan tapi pasti, Patrick Kallon tak sekedar numpang tenar lewat nama besar ayahnya.

Di ajang Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U18 tahun 2019 lalu, Patrick Kallon mencetak tujuh gol. Ia menjadi salah satu pemain akademi PSM dengan menit terbanyak bermain yakni 1385 menit dengan total 20 pertandingan.

Berkat performa gemilangnya di akademi PSM, Patrick Kallon pun mendapat kesempatan promosi ke tim senior PSM untuk lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2020.

Bersama Edgar Amping dan M Rafli, ia diikutkan berangkat ke Yogyakarta untuk persiapan lanjutan Liga 1, Oktober lalu.

Sayangnya, Patrick Kallon belum sempat mencicipi kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia itu. 

Sebab Liga 1 tak diperbolehkan kembali bergulir sementara lantaran pihak Kepolisian enggan memberikan izin keramaian dengan alasan pandemi Covid-19.

"Tapi akan ada waktunya, ia (Patrick Kallon) akan berkiprah di kancah sepakbola tertinggi entah itu bersama PSM maupun klub lainnya. Bisa juga melebihi itu, memilih main di luar negeri. Patrick ini juga salah satu pemain muda potensial milik akademi PSM yang harus dijaga dan diberikan kesempatan untuk berkembang," ucap Syamsuddin Umar, eks pelatih yang membawa PSM juara Liga 2000.(ian)

Memulai Karir di Bali United

Patrick Kallon kini berstatus warga negara Indonesia. Sebelum berkarir bersama Akademi PSM, ia terlebih dahulu menimbah ilmu sepakbola di Bali bersama tim muda Bali United.

Karirnya bersam Bali United sempat membawanya terbang ke Jepang untuk mengikuti trial di tim J League, Kashima Antlers pada 2018 lalu. 

Setahun sebelumnya, saat tergabung di tim Putra Tresna, ia mengikuti seleksi nasional Timnas U-16 Indonesia.

Pelatih PSM kala itu, Robert Alberts tertarik dengan skillnya.

Awal ketertarikan Rober dengan Patrick saat ia membela Bali bertemu Sulawesi Barat di ajang Piala Menpora U-16, sehingga ia pun diajak bergabung di tim akademi PSM.(ian)

Data Diri: 

Nama: Prince Patrick Kallon
Lahir: Jakarta, 3 Februari 2002
Tinggi/BB: 181 cm/69 kg
Posisi: Winger/Striker
• Bermain untuk PSM Makassar U18 di EPA
Liga 1 U18 2019 sampai sekarang
• Kaki terkuat di kanan
• Statistik bersama PSM Makassar U18 2019
yaitu 1385 menit bermain di 16 match
sebagai pemain inti dan 4 match jadi pemain
pengganti (total 20 match)
• 2 kartu kuning & mencetak 7 gol.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved