Breaking News:

Konsultan Satgas Covid-19 Sulsel: Bias Info Vaksin, Protokol Kesehatan Gagal

Selain hal tersebut juga tak kalah urgensinya, lanjut Ridwan yakni, pihak pemerintah yang terpercaya dan media yang akuntable.

Ist
Ketua Tim Konsultan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Gencarnya pemberitaan tentang produksi vaksin, uji cobanya hingga efek lanjutannya besar kemungkinan menyebabkan distorsi informasi terhadap aspek pengendalian  Covid-19.

Ketua Tim Konsultan Satgas Penanganan Covid-19 Sulsel, Prof Ridwan Amiruddin kembali mengingatkan pentingnya komunikasi berisiko yang efektif pada periode kebencanaan, untuk meredam arus informasi tidak benar yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, ketimpangan akan mengarah pada menurunnya tingkat partisipasi publik terhadap penegakan protokol kesehatan.

"Euforia ujicoba vaksin baik oleh pfizer maupun moderna yang mampu memberikan efikasi di atas 90% seolah menggiring kesadaran warga bahwa, sekarang tidak perlu khawatir karena Vaksin covid-19 sudah ditemukan, Tidak lama lagi covid akan usai," ujae Ridwan via pesan WhatsApp, Jumat (20/11/2020) malam.

Statemen seperti ini, lanjut dia, akan berdampak buruk terhadap disiplin warga terhadap penegakan protokol kesehatan. 

"Untuk itu pola komunikasi yang mesti dibangun dengan pendekatan Risk communication yang efective. Setiap informasi yang sampaikan ke publik harus terukur," ujarnya.

"Pelibatan tim ahli untuk mengkaji trend distribusi dan determinant Covid-19 perlu terus diberdayakan, sebagai upaya membangun perspective positif yang reliable ke pada publik," jelasnya.

Selain hal tersebut juga tak kalah urgensinya, lanjut Ridwan yakni, pihak pemerintah yang terpercaya dan media yang akuntable.

"Secara terfokus, sistematis dan berkelanjutan menyebarkan informasi yang dapat menjadi rujukan dalam mengambil keputusan yang benar," ujar Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Sulsel itu.

Pada aspek yang lain, warga sebagai penerima pesan sekaligus aktor dalam sukses dan atau gagalnya pengendalian Covid-19 harus terus menurus diberikan akses atau literasi terhadap trend, determinant dan mitigasi Covid-19 secara benar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved