Tribun Sinjai
22 November, Ratusan Peburu Babi Bakal Kepung Desa Baru Sinjai
Hama babi masih menjadi musuh bersama para petani di di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Sudirman
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI TENGAH- Hama babi masih menjadi musuh bersama para petani di di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Kepala Desa Baru, Kecamatan Sinjai Tengah, Abd Majid mengundang seluruh peburuh asal 23 desa di Kabupaten Sinjai.
"Kami minta kerjasama Pemerintah Desa dari 23 desa untuk mengarahkan peburunya membantu kami basmi hama babi di desa kami," kata Abd Majid, Jumat (20/11/2020).
Menurutnya, hama babi sangat mengganggu dan merugikan masyarakat petani di desa tersebut.
Dijelaskan bahwa, hama babi merusak tanaman petani dan perkebunan di desa mereka.
Desa Baru adalah salah satu penghasil tanaman padi, lada, coklat, cengkih, kemiri, buah pisang, rambutan, durian dan langsat.
Sedang desa-desa yang diundang itu, yakni Desa Mattunrung Tellue, Kelurahan Samaenre, Kanrung, Saohiring, Bonto, Pattongko, Saotenganga, Saotanre, Alenangka.
Turut diundang juga masyarakat Desa Polewali, Gareccing, Songing, Talle, Bulukamase, Palae, Aska, Lasiai, Kampala, Sukamaju, Saotenganga (Tellulimpoe), Bongki Lengkese, Bua dan Biroro.
Pada pekan lalu kegiatan buru babi digelar di Leppang, Desa Talle. Tiga ekor babi berhasil dibunuh oleh masyatakat peburuh.
Komunitas Buru di Sinjai mencapai ribuan orang yang tersebar di sejumlah desa di Sinjai. Misinya adalah memerangi hama babi. (*)