Breaking News:

IPM Bone Dinilai Masih Rendah, Ini Langka yang Dilakukan Pemda Bone

Setelah dilakukan pemotretan, yang menjadi kekurangan dan masih perlu pembenahan dalam peningkatan IPM di Bone  yakni di sektor pendidikan. 

ist
ILUSTRASI 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANGIndeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai masih rendah. 

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone terus berupaya menaikkan angka IPM. 

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bone, IPM di tahun 2019 masih diangka 65,67 persen. 

Kepala Bappeda Bone, Ade Farid Ashar mengatakan untuk peningkatan IPM dilihat dari ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

Setelah dilakukan pemotretan, yang menjadi kekurangan dan masih perlu pembenahan dalam peningkatan IPM di Bone  yakni di sektor pendidikan. 

Di sektor pendididikan indikator melek huruf bukan lagi indikator dalam perhitungan IPM. Melainkan IPM ditentukan  rata-rata lama sekolah ditambah angka harapan kemudian dibagi dengan angka putus sekolah.  

Menurut Ade Farid, angka anak tidak sekolah di Bone telah berhasil diturunkan dari 52 ribu jiwa menjadi 49 ribu jiwa. Namun, angka tersebut masih tinggi dibandingkan kota/kabupaten lain di Sulsel.

"Kita di Bone urutan 23 dari 24 kota/kabupaten di Sulsel angka anak tidak sekolah. Kita kini melibatkan Unicef untuk atasi persoalan ini," katanya beberapa waktu lalu. 

Sementara Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengatakan persoalan pendidikan, disebabkan karena Bone memiliki wilayah yang luas dan masih banyak masyarakat enggan bersekolah. 

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Bone membuat program Gerakan 5 Ribu Anak Kembali Bersekolah (Gemar Limas).  

Halaman
12
Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved