Breaking News:

DUH! Hubungan Iran dan Amerika Serikat Panas Lagi, Gegara Niat Donald Trump Serang Iran

Penyataan ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

AFP
Presiden Iran Hassan Rouhani 

TRIBUN-TIMUR.COM - Meski Joe Biden sudah memenangkan Pemilu di Amerika Serikat, hubungan dengan Timur Tengah kembali memanas.

Kali ini dengan Iran.

Juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, mengatakan segala serangan Amerika Serikat terhadap Iran akan dibalas dengan aksi yang menghancurkan.

Penyataan ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran.

"Saya secara pribadi tidak memperkirakan itu akan terjadi, saya tidak melihat kemungkinan mereka ingin menganggu keamanan dunia dan kawasan," ujar juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, pada Selasa (17/11).

"Tapi bagaimanapun juga, tanggapan kami secara singkat adalah setiap aksi terhadap rakyat Iran akan dibalas dengan aksi yang menghancurkan," lanjutnya kemudian.

Pernyataan Ali Rabiei mengemuka menyusul laporan surat kabar New York Times bahwa Trump telah meminta para penasihat keamanan nasional untuk memberikan saran terkait kemungkinan dan skenario serangan terhadap Iran.

Ia dilaporkan memutuskan untuk membatalkan rencana mengingat risiko konflik lebih luas di Timur Tengah.

Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar. 

Itu terjadi sehari setelah pengawas nuklir global mengatakan cadangan uranium yang tidak diperkaya (low enriched uranium) milik Iran mencapai 12 kali lipat dari yang diizinkan berdasarkan kesepakatan nuklir 2015.

Halaman
123
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved