Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemain PSM Makassar Bayu Gatra Kesal Liga Tarkam yang Diikutinya Berakhir Rusuh

Pada laga tersebut terjadi kerusuhan yang disebabkan oleh masuknya ratusan suporter ke lapangan.

Penulis: Alfian | Editor: Imam Wahyudi
zoom-inlihat foto Pemain PSM Makassar Bayu Gatra Kesal Liga Tarkam yang Diikutinya Berakhir Rusuh
TRIBUN TIMUR/ALFIAN
Bayu Gatra, pemain PSM Makassar (kiri)

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bayu Gatra, pemain PSM Makassar mengalami kejadian kurang menyenangkan saat dirinya ikut ambil bagian dalam sebuah laga tarung kampung (tarkam) di kampung halamannya, Jember.

Pada laga tersebut terjadi kerusuhan yang disebabkan oleh masuknya ratusan suporter ke lapangan.

Bahkan terjadi aksi pemukulan kepada pemain klub yang dibela Bayu Gatra.

Sebelumnya hal itu diinformasikan Bayu melalui unggahan video di Channel Youtube pribadinya, Selasa (17/11/2020).

Bayu menceritakan kronologi yang terjadi di laga antara Predator FC dan Bedadung FC tersebut, di lapangan Antirogo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Bayu tampil di pertandingan itu, membela Predator, namun kemudian laga terhenti.

Laga dihentikan karena hujan deras dan Bayu sendiri meminta partai dihentikan setelah cuaca tidak mendukung. Namun pihak lawan tidak mau, dan tensi pertandingan makin keras. Lalu, terjadi ketegangan antarpemain.

Penonton yang menyaksikan laga tersebut di lapangan membandel dengan ikut memukul pemain dari tim yang dibela Bayu. Akhirnya pertandingan benar-benar berhenti, namun bukan karena cuaca, tapi kerusuhan suporter.

Video yang diunggah Bayu berjudul 'Ini Sepakbola Bukan Silat', berisi penjelasan Bayu soal kerusuhan yang terjadi di lapangan, serta bagaimana ia marah-marah karena kecewa situasi tidak terkendali.

"Penonton berlari menuju ke tengah lapangan, dan memukul beberapa pemain. Hal ini sangat disayangkan dalam pertandingan sepakbola, sangat merugikan dan dapat mengancam jiwa manusia," tulis Bayu.

Lebih lanjut ia meminta suporter lain tak mencotoh kejadian tersebut.

"Dalam sebuah pertandingan, kalah menang itu hal yang biasa. Yang penting tetap harus sportif dan saling menjaga sesama pemain pula. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi, jadilah penonton yang bijak, mendukung boleh, fanatisme berlebihan jangan," sambungnya.

Bayu memaparkan bahwa ada suporter yang sampai berniat memukul pemain dengan botol, hal itu benar-benar membuat Bayu jengkel.

Ia kecewa, karena semestinya sepakbola bisa dinikmati sebagai hiburan.

“Ini yang saya tidak suka dari suporter Indonesia. Saya juga orang kampung, saya orang Indonesia. Tapi tolong suporter jangan kampungan," beber Bayu dalam video tersebut.

Mantan pemain Madura United ini mengatakan sebenarnya ia tidak mau tampil di laga tersebut, tapi ia ingin menghibur penonton.

Sayangnya, harus berujung kecewa karena provokator dari kalangan penonton yang hadir malah membuat rusuh.

Di video itu, terlihat Bayu coba ditenangkan oleh ibunya, dan diminta untuk meninggalkan lapangan.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved