Kasus Pembunuhan Wartawan

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah, 6 Pelaku dan 1 Saksi Peragakan 43 Adegan

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah, 6 Pelaku dan 1 Saksi Peragakan 43 Adegan

Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
ist
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah, 6 Pelaku dan 1 Saksi Peragakan 43 Adegan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah, 6 Pelaku dan 1 Saksi Peragakan 43 Adegan

Polres Mamuju Tengah melakukan rekonstruksi pembunuhan Demas Laira (28) seorang wartawan media cyber di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar).

Rekonstruksi kasus dilakukan oleh enam orang pelaku dan satu orang saksi. Mereka adalah S (32), N (30) D(20), H (18), I (19), A (25) serta saksi Kartina (32).

"Mereka (tersangka dan saksi) peragakan 43 adegan,"kata Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah Ipda Argo Pongki Admojo kepada tribun-timur.com via telepon, Selasa (17/11/2020).

Selain enam pelaku dan satu saksi, rekonstruksi kasus juga menggunakan dua unit motor Yamaha NMAX warna biru milik korban Demas Laira dan Yamaha Fino warna merah milik saksi.

Rekonstruksi memeragakan bagaimana korban awalnya mengganggu saksi di jalan saat hendak pulang dari tempat kerja hingga enam pelaku menghabisi nyawa korban menggunakan badik.

"Hasil rekon itu, yang melakukan penikaman cuma satu. Pelaku inisial A (25) yang lain memegang dan mengeroyok korban," ungkap Ipda Pongki.

Dalam proses rekonstruksi, pelaku A mulai melakukan penikaman pada adegang ke-31. Saat itu korban dalam posisi duduk dan ditikam dari arah samping kirim.

Sebelumnya, Demas Laira (28) ditemukan tewas dengan 17 tusukan di Jl Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kamis (20/8/2020) dini hari.

Dia ditemukan oleh seorang sopir yang saat itu melintas. Awalnya dikira korban laka lantas, setelah diperiksa ternyata adalah korban pembunuhan.

Enam tersangka berhasil ditangkap dua bulan pasca kerjadian.

Mereka ditangkap ditempat berbeda, S (32) ditangkap di Gorontalo, N (30), D (20), H (18) dan I (19) ditangka di Karossa. A (25) selaku eksekutor ditangkap di Topoyo.

Berdasarkan keterangan Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno, pembunuhan tersebut disebabkan korban mengganggu saksi, Kartina, saat di jalan saat pulang.

Ia kemudian melapor kepada kakaknya S (32) yang saat itu sedang kongkow di salah satu tempat, bahwa ia diganggu oleh korban dengan ditarik jilbabnya.

Mendapat laporan, kakak saksi bersama lima rekannya langsung beranjak dari tempatnya.

Mereka berenam mencari korban menggunakan kendaraan roda dua setelah didapat korban langsung dipalang di pendakian Salubajau.

Mereka langsung mengeroyok korban. Hasil rekonstruksi, ada yang memukul menggunakan tangan, ada yang menendang, ada yang membuka helm korban hingga berujung penikaman membuat korban tewas ditempat.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved