Breaking News:

Tribun Bantaeng

Kisah Hidup Siya di Bantaeng, Sakit-sakitan dan Kebutuhannya Berharap dari Tetangga

Nasib pilu dialami Siya (40). Ia hidup lumpuh dan tidak dinafkahi oleh suami satu tahun terakhir.

Ist
Siya (tengah) saat di temui di kediamannya 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Nasib pilu dialami Siya (40). Ia hidup lumpuh dan tidak dinafkahi oleh suami satu tahun terakhir.

Setelah menikah, Siya numpang tinggal di rumah orangtua tepatnya di Kelurahan Bontorita, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. 

Di rumah itulah, Siya hidup bersama suami Kaing (42), ibu Bada (70), dan empat anak Suci, Sinta, Ira, dan Rizal.

Siya hanya bisa duduk di lantai beralaskan tikar biru, kepalanya direbahkan dengan tumpukan bantal di depannya, tubuhnya dibalut sarung warna coklat. Sesekali ia menjerit kesakitan.

Hanya ada satu ranjang kayu tanpa pintu, bagian dapur piring berserakan dimana-mana.

Sementara atap di dapur sudah bolong sehingga ketika hujan air leluasa masuk.

Siya mengatakan, pada tahun 2018 jatuh di rumah panggung, itulah yang menyebabkan tulang paha bagian kanan patah. 

"Jadi waktu saya duduk di dapur milik tetangga, lantai terbuat dari papan itu roboh sehingga jatuh dan tulang di paha patah,' kata Siya kepada TribunBantaeng.com, Selasa, (17/11/2020).

Saat itu, ia dilarikan ke RSUD Bantaeng berobat. 

Kini Siya hanya bisa pasrah, menghabiskan hari-harinya duduk berjam-jam di lantai. Tubuhnya tidak bisa dibaringkan ke lantai.

Halaman
12
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved