Breaking News:

Wacana Pilkada Serentak Digelar 2022, Ada Empat Nama Mencuat di Kabupaten Wajo

Meski masih dalam pembahasan, sejumlah kandidat mulai bermunculan ke permukaan. Sedikitnya ada empat nama yang mencuat.

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Dosen STIH Lamaddukelleng Sengkang, Martono. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Wacana Pilkada Serentak 2022 terus berembus. Pembahasan di DPR RI terus berlanjut. Jika sudah ketuk palu, artinya Pilkada Kabupaten Wajo yang semestinya digelar pada 2023, akan dimajukan menjadi 2022.

Meski masih dalam pembahasan, sejumlah kandidat mulai bermunculan ke permukaan. Sedikitnya ada empat nama yang mencuat.

Selain Bupati Wajo, Amran Mahmud dan Wakil Bupati Wajo, Amran, dua nama lainnya adalah mantan Calon Bupati Wajo 2019-2024, Baso Rahmanuddin yang juga mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Wajo dan anggota DPRD Sulsel, Andi Tenri Liweng, yang juga mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo.

Menurut salah satu pengamat Sosial Politik Kabupaten Wajo, Martono, munculnya nama-nama tersebut untuk melihat respon masyarakat Kabupaten Wajo.

"Kalau responnya baik, mereka akan melangkah lebih jauh dengan melobi parpol untuk memenuhi syarat, sebaliknya jika respon masyarakat buruk maka kandidat bakal mundur teratur," katanya, Senin (16/11/2020).

Menurut Dosen STIH Lamaddukkelleng Sengkang itu, ada 4 asumsi yang menjadi hipotesis trend munculnya para kandidat.

Pertama, sebagai ekspresi politik yang kecewa atau tidak puasnya masyarakat atas kinerja pemerintahan saat ini, dengan kata lain seolah-olah publik berharap tahapan pilkada agar segera dijalankan.

Kedua sebagai representasi surfing politik dalam mencari para kandidat. Ketiga, pretensi framing politik yang dilakukan oleh para simpatisan, kolega dan tim pendukungnya, guna menakar respon para pemilih.

"Keempat, merupakan wujud perilaku warga yang terkesan jengah, jenuh serta kecewa atas kondisi maupun kwalitas komunikasi para elite politik terhadap para kelompok kelompok sosial kepentingan," katanya.

Dia menambahkan, dinasti politik tak lagi ampuh mempengaruhi benak rakyat. Namun, prestasi ataupun investasi keintelektualan, moral dan sosial akan menjadi parameter mutlak para pemilih, dalam menentukan kepemimpinan masa depan.

Melihat komposisi perolehan kursi di DPRD Wajo, merata dan tidak ada satu pun partai yang cukup kursinya untuk mengajukan calon Bupati maka paslon yang akan maju sangat banyak, ini artinya peluang paslon maju bakal kompetitif dalam meraih dukungan parpol.

Amran Mahmud sendiri merupakan Ketua DPD PAN Wajo, yang meraih 7 kursi. Lalu, Amran merupakan kader PDIP yang cuma meraih 1 kursi. Kemudian, Baso Rahmanuddin yang merupakan pengurus Partai Golkar, meraih 4 kursi. Lalu, Andi Tenri Liweng kader PKB mendapatkan 4 kursi.

Partai lainnya, yakni Partai Gerindra dengan 6 kursi, Partai Demokrat 5 kursi, Partai Nasdem 4 kursi, PPP dan PKS sama-sama 3 kursi. Lalu Partai Hanura 2 kursi dan PBB 1 kursi.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved