Breaking News:

Warga Desa Biangloe Bantaeng Belum Terima Bantuan Bencana Alam

Namun, hingga saat ini bantuan perbaikan rumah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

TRIBUN TIMUR/ACHMAD NASUTION
Kondisi rumah salah satu warga yakni, Sabolla setelah diterjang angin puting beliung. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Bencana alam angin puting beliung menerjang Desa Biangloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Selasa, (27/10/2020).

Akibat bencana tersebut, diketahui sebanyak 9 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan 4 rumah rusak berat dan sudah tak layak ditinggali.

Rumah yang rusak adalah masing-masing milik dari warga yakni, Sabolla (rusak parah), Rasido (rusak parah), Saharing (rusak parah), Sanoddin (rusak parah), Saing, Halima, Santi, Tuha, Bakri, Sano, Haneng, Sangkala, dan Baya.

Namun, hingga saat ini bantuan perbaikan rumah dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng, belum mereka terima.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Program, BPBD Bantaeng, Asrul Wahidin Nur mengatakan, bantuan belum diberikan karena data kerusakan rumah korban belum lengkap.

"Saya masih menunggu dari teman-teman karena belum lengkap jumlah kerusakan material. Selama ini kita kasih baru bantuan logistik," kata Asrul Wahidin Nur kepada TribunBantaeng.com, Minggu, (15/11/2020).

Selain itu, pihaknya juga belum mengetahui pasti jumlah seluruh korban bencana angin puting beliung.

Sebab, masih dilakukan indentifikasi kerusakan rumah korban yang dibagi dalam kategori yaitu, kerusakan ringan, sedang dan parah.

"Ini yang belum saya dapatkan jumlah pastinya, karena masih berubah karena karusakan ringan itu juga kita hitung," jelasnya.

Bantuan yang akan diberikan kepada korban nantinya berupa material bahan bangunan.

Akan tetapi, bantuan baru bisa diberikan apabila data yang sudah lengkap yang dibuatkan dalam bentuk proposal, kemudian diserahkan ke Bupati Bantaeng.

Kata dia, nanti ada tim yang bakal menilai apakah korban yang dimasukkan dalam proposal itu bersyarat atau tidak untuk menerima bantuan.

"Selama ini kalau ada bencana kita kasih masuk proposal ke Bupati, tinggal tim yang pelajari kita punya proposal apakah memenuhi persyaratan atau tidak," jelasnya.

Penulis: Achmad Nasution
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved