Sengketa Lahan

Lahannya Diserobot, Warga Bakal Laporkan PTPN XIV Luwu ke Polda Sulsel dan Komnas HAM

Lahannya Diserobot, Warga Bakal Laporkan PTPN XIV Luwu ke Polda Sulsel dan Komnas HAM

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN ISMAR
Lahannya Diserobot, Warga Bakal Laporkan PTPN XIV Luwu ke Polda Sulsel dan Komnas HAM 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Lahannya Diserobot, Warga Bakal Laporkan PTPN XIV Luwu ke Polda Sulsel dan Komnas HAM

Sekitar 31 lebih warga harus mengalami kerugian pasca lahannya diduga diserobot PT Perkebunan Nusantara XIV (Persero) XIV Luwu.

Lahan yang dirusak lewat land clearing menggunakan enam excavator itu lokasinya di Desa Panca Karsa (Lopi), Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Bahkan lebih sebenarnya (warga). Tapi yang sempat kami data hanya ini," kata Teddy Hendratno yang lahannya mengaku dirusak kepada TribunLutim.com, Rabu (11/11/2020).

'Pengrusakan' ini bukan kali pertama dilakukan PTPN, tapi sudah berulang kali di desa yang lain atas dasar Hak Guna Usaha (HGU) mereka.

Teddy mengatakan ia dan warga lainnya akan mencari keadilan dengan melaporkan kasus ini ke Polda SulSel.

"Kami akan melapor di Polda Sulsel atas dasar kasus perusakan dan pelanggaran HAM," katanya.

Selain itu, warga juga akan mengadukan semua peristiwa pengrusakan lahan warga Desa Panca Karsa ini ke Komnas HAM dan lembaga pemerhati sawit internasional agar masalah ini bukan dilihat sebagai hal yang sederhana.

"Kami sudah mengelolah lahan ini lebih dari 25 tahun, kalau misalnya PTPN mengklaim bahwa lahan kami adalah milik mereka melalui HGUnya caranya bukan dengan pengerusakan seperti ini," katanya.

"Tetapi buktikan kalau ini adalah area HGU anda di pengandilan, biarkan pengadilan juga memeriksa legalitas dan keabsahan HGU PTPN apakah masih memenuhi syarat, kita tidak tahu sudah sejauh apa kondisi kelayakan izin perkebunan PTPN ini," lanjutnya.

Menurutnya kehadiran PTPN yang di Luwu Timur terutama di Desa Panca Karsa tidak terlalu memberikan manfaat secara sosial kepada masyarakat setempat.

"Kalau hanya membuka lapangan kerja, berapa sih yang mampu terserap ke lapangan kerja ini, tidak banyak, lebih banyak warga Pancakarsa, Maleku, Margelembo yang lebih sejahtera menjadi petani daripada harus menjadi karyawan di PTPN," jelasnya.

"Justru kehadiran PTPN membuat resah kami, karena bisa saja besok lahan warga lain yang sudah dikelola puluhan tahun dirusak lagi oleh mereka karena di anggap masuk kawasan HGU PTPN," katanya.

Sebelumnya warga kepada PTPN XIV Luwu saat bertemu di kantor Desa Panca Karsa, meminta tidak ada pengrusakan, namun permintaan warga tersebut tidak digubris.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved