Tribun Jeneponto

Kendala Belajar Daring di Jeneponto, Tak Semua Punya Android Hingga Masalah Jaringan

Kendala belajar daring di Jeneponto, tak semua punya Android hingga masalah jaringan

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Rika salah satu guru di SD 261 Bontotene Desa Pallantikan Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Rabu (11/11/2020). Kendala belajar daring di Jeneponto, tak semua punya Android hingga masalah jaringan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO -Kendala belajar daring di Jeneponto, tak semua punya Android hingga masalah jaringan.

Di masa New Normal, siswa SD 261 Bontotene di Desa Pallantikan Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan tetap melaksanakan pembelajaran via daring.

Namun tidak semua pembelajaran melalui via daring berjalan lancar.

Sejumlah siswa mendapatkan kendala.

Rika merupakan seorang guru di SD 261 Bontotene mengatakan kadang siswa terkendala di hp karena tidak tidak semua siswa serta orang tua siswa mempunyai Hp anroid.

"Saya punya siswa kan cuman sedikit, dikelas saya itu cuman tujuh, cuman empat orang yang punya hp orang tuanya jadi yang lain itu kadang nebeng di temannya untuk mengikuti via daring," ujar Rika saat di temui di pelataran sekolah, Rabu (11/11/2020).

Lanjutnya, terkadang juga para guru mendatangi siswa untuk memberikan pelajaran langsung ke siswanya guna memastikan bahwa para siswa tetap semangat mengikuti pembelajaran di era new normal pandemi covid 19.

"Jadi selain belajar dari itu kita juga melakukan pantauan di rumah siswa," tambahnya.

Menurutnya, siswanya pernah mendapatkan kartu voucer belajar namun tidak semua voucer bisa di gunakan karena ada beberapa kartu yang tidak dapat diregistrasi.

"Kalau jaringan lancar, kalau selesai registrasi sudah aman karena dari dulu sudah bagus jaringan, untuk jaringannya tidak ada kendala," katanya.

Namun perna juga orang tua siswa menyarangkan kepada guru bahwa siswa yang tidak mempunyai hp itu dibelikan saja dengan dana yang masuk disekolah seperti dana bos.

"Ada juga yang sampai orang tua mengusulkan tidak bisa hp dibelikan jadi kubilang tidak bisa, itu saja kuota sudah bersyukur maki karena berapa banyak ini to," tutup Rika guru SD 261 Bontotene.

Laporan Wartawan Tribun Jeneponto, Rakib

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved