Breaking News:

Pilwali Makassar 2020

Foto Terduga Pelaku Penikam Tim Appi-Rahman Beredar, Fadli Noor: Polisi Usut Segera

Ciri-ciri ini dikantongi pihak Kepolisian setelah mendapatkan gambar dari CCTV di sekitar area kejadian di gedung Kompas Gramedia

Penulis: Alfian | Editor: Imam Wahyudi
ist
Pasca penikaman salah satu pendukung Munafri Ariuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman), Musjaya di depan lokasi debat kandidat Pilkada Makassar, Sabtu (7/11/2020) malam, beberapa rekaman CCTV langsung beredar di media sosial. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Foto terduga pelaku penikaman tim sukses (timses) Appi-Rahman, Muharram Madjid alias Musjaya, beredar luas di media sosial dan grup-grup Whatsapp. 

Terduga pelaku bercirikan sesuai dengan pernyataan pihak Kepolisian, yakni berbaju kotak-kotak warna coklat dan memakai topi.

Ciri-ciri ini dikantongi pihak Kepolisian setelah mendapatkan gambar dari CCTV di sekitar area kejadian di gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah, Jakarta. 

Terkait dengan hal ini, juru bicara Appi-Rahman, Fadli Noor, mengaku enggan menuding.

Pertama foto pertama yang beredar yakni terduga pelaku ikut berfoto bersama dengan pendukung salah satu pelaku dengan mengancungkan jari sesuai dengan nomor urut salah satu Paslon. 

Dalam foto ini terlihat jelas wajah dan pakaian yang digunakan.

Foto kedua berdasarkan tangkapan CCTV menunjukan wajah yang sesuai dengan terduga pelaku dengan pakaian yang digunakan. Namun topi yang dipakai ditanggalkan.

"Kami tidak bisa menuding dan mengambil kesimpulan soal foto yang beredar itu. Tetapi jika itu benar pihak Kepolisian harus mengambil langkah tegas untuk mengusut aktor intelektualnya," ucap Fadli saat dikonfirmasi, Senin (9/11/2020).

Tak sampai di situ, Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan ini juga mengatakan sangat disayangkan jika terduga pelaku merupakan bagian dari salah satu paslon pesaing Appi-Rahman. 

Menurutnya hal ini akan mencoreng wajah Pilkada khususnya di kota Makassar.

"Tentu jika itu benar, ini akan menjadi preseden buruk untuk Demokrasi kita, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi, aksi-aksi kekerasan harus kita lawan bersama," tegasnya.

"Kami pun meminta pihak Kepolisian untuk bergerak cepat menyelesaikan kasus ini, supaya kita tahu apa motif sebenarnya pelaku," sambungnya.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang, AKP Haris Ahmad, mengatakan kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mengenai kasus penusukan berdasarkan rekaman kamera CCTV. 

Dari rekaman CCTV peristiwa itu berawal saat korban dan kelompok pendukung Appi-Rahman tiba-tiba didatangi orang tak dikenal yang berbocengan menggunakan sepeda motor.

"Setelah menusuk korban, pelaku langsung lari menuju rekannya yang sudah menunggu di atas motor warna putih. Mereka melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Slipi," ujar Haris kepada wartawan, Senin, (9/11/2020).

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved