Tribun Makassar
129 Lapak Pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng Barat Dibongkar
Sebanyak 129 lapak pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng yang terletak di inspeksi kanal Pabaeng-Baeng di Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar dibongkar.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 129 lapak pedagang di Pasar Pabaeng-Baeng yang terletak di inspeksi kanal Pabaeng-Baeng di Jl Sultan Alauddin, Kota Makassar dibongkar.
Pembongkaran ini dilakukan menyusul adanya pembersihan kanal sejak 6 November lalu terkait adanya program pengerukan sedimentasi kanal oleh pihak Balai Pompengan Makassar, yang dibantu oleh pihak TNI Zipur dan kelurahan setempat.
Dengan adanya pengerjaan proyek itu, ratusan pedagang yang ada disekitaran kanal harus membongkar lapak-lapaknya.
Salah seorang pedagang mengaku, pembongkaran dilakukan atas kesadaran mereka sendiri, tanpa adanya paksaan.
Karena menurutnya pembongkaran ini dilakukan untuk membantu memudahkan pengerjaan kanal yang mereka tempati.
"Iya, tidak ada yang paksaan. Kami bongkar sendiri karena kanal mau dibersihkan, ini juga untuk kepentingan kami bersama," ujar pedagang yang enggan disebutkan namanya, Senin (9/11/2020).
Kepala Unit Pasar Pabaeng-baeng, Muh Imran membenarkan adanya pembongkaran itu. Namun ia menegaskan bahwa tidak ada pemaksaan yang dilakukan kepada pihak pedagang.
"Waktu sosialisai pihak TNI sama Lurah sudah imbau ke pedagang agar bongkar sendiri lapaknya. Jadi murni karena kesadaran sendiri dari pedagang," ujarnya.
Namun, pihaknya mengaku bingung, setelah pembongkaran, para pedagang akan ditempatkan kemana agar mereka tetap bisa berjualan.
"Cuma kita bingung ini setelah terbongkar dimana mau di tempatkan untuk sementara, agar mereka tetap bisa berjualan," jelasnya.
Meski tidak ada pedagang yang protes, tetapi ia tetap harus memikirkan kelangsungan hidup pedagang setelahnya.
"Ini yang jadi soal karena mereka harus kita tempatkan dimana, karena mereka harus tetap jualan. Cuma menunggu belas kasihan setelah dibongkar mereka mau kemana," terangnya.
Secara terpisah, Direktur Operasional Saharuddin Ridwan mengatakan pihaknya tetap akan memperhatikan nasib para pedagang yang terbongkar lapaknya tersebut.
"Kami akan coba fasilitasi dan akan kami tempatkan di Pasar Pabaeng-baeng Timur, kita akan carikan tempat di situ," tuturnya.
Sebagaimana diketahui pengerukan kanal itu sudah dilakukan dibeberapa kanal dan kini giliran kanal Pabaeng-Baeng yang sudah mengalami pendangkalan akibat sampah dan juga lumpur. (*)
Laporan Wartawan tribun-timur.com, M Ikhsan