Tribun Mamasa
Uniknya Masjid di Pa'tendanan Ini, Didesain Menyerupai Rumah Adat Mamasa
Masjid ini sepintas terlihat seperti bangunan museum, dibangun dengan desain menyerupai rumah adat Mamasa.
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAMASA.COM, BALLA - Tidak seperti masjid pada umumnya. Masjid ini sepintas terlihat seperti bangunan museum, dibangun dengan desain menyerupai rumah adat Mamasa.
Masjid ini diberi nama Masjid Al-Faruq. Berdiri kokoh di tengah-tengah mayoritas umat kristiani di Dusun Pa'tendanan, Desa Balla Satenetean, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Masjid dengan arsitektur rumah adat Mamasa ini dibangun sejak tahun 2016 lalu. Luas masjid ini sekitar 10x13 meter persegi, memiliki dua lantai.
Posisi bangunan masjid ini terletak agak di bawah bahu jalan. Untuk lantai atas yang sejajar dengan jalan digunakan sebagai ruang salat, sedangkan lantai yang paling bawah, sebagian digunakan untuk wudhu dan sebagian ruangannya dipersiapkan bagi jemaah yang ingin menginap.
Ketua Pembangunan Masjid itu, Ansar mengatakan masjid itu dibangun menggunakan dana dari beberapa donatur dan sumbangan dari umat muslim di Kabupaten Mamasa.
"Awalnya kita bangun, kebetulan ada sebuah yayasan pembangunan masjid pedesaan dibawah penanggung jawab Ustad Zainal Abidin yang membantu," tuturnya saat ditemui tribun-timur.com, Sabtu (7/11/2020).
Selain sumbangan dari Yayasan Pembangunan Masjid Pedesaan, masjid itu juga dibangun menggunakan sumbangan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa.
Menurut Ansar, Masjid Al-Faruq memiliki jamaah sebanyak kurang lebih 20 kepala keluarga (KK). Sebelum dibangun, pengurus masjid meminta persetujuan dari penduduk melalui surat pernyataan, alhasil, lebih dari 60 orang non muslim yang menyetujui masjid itu dibangun.
"Persyaratannya itu harus 40 orang setujui dan Alhamdulillah yang bertanda tangan lebih dari 60 orang," katanya.
Terkait desain rumah adat Mamasa, Ansar mengatakan, pihaknya sengaja memilih memadukan desain rumah adat mamasa dan desain modern karena muslim di Mamasa tidak bertentangan dengan adat.
Karenanya, masjid ini kata Ansar, memadukan desain rumah adat untuk bagian atap. Sedangkan dindingnya didesain moderen dengan bangunan beton.
Untuk kondisi saat ini, bangun masjid ini belum memiliki kubah. Namun sesuai gambar kata dia, di bagian depan akan dibuat kubah dan menara.
Jika dipresentasekan, bangunan masjid ini sudah rampung sekitar 90 persen. Namun untuk rampung 100 persen, masih membutuhkan biaya sebesar Rp 200 juta.
"Kita masih akan bangun talud di samping dan kubah, sesuai rencananya, kita juga akan bangun menara. Jadi kita masih butuh biaya kutang lebih 200 juta rupiah," tuturnya.
Ansar berharap, bangunan Masjid Al-Ffaruq rampung di tahan 2021 mendatang. Tentu dengan harapan mendapat bantuan dari donatur yang bermurah hati.(*)
Laporan Wartawan Tribunmamasa.com, @sammy_rexta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/masjid-al-faruq-di-kecamatan-balla-didesain-menyerupai-rumah-adat-mamasa.jpg)