Andi Amran Sulaiman, Gatot Nurmantyo, Susi Pudjiastuti Terima Bintang Mahaputera, Pengamat Memuji
Mantan Menteri Pertanian RI era Kabinet Kerja, Andi Amran Sulaiman akan dianugerahi Bintang Mahaputera, bintang penghargaan sipil tertinggi dari
TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Menteri Pertanian RI era Kabinet Kerja, Andi Amran Sulaiman akan dianugerahi Bintang Mahaputera, bintang penghargaan sipil tertinggi dari Pemerintah Republik Indonesia.
Rencananya, tanda kehormatan akan diserahkan pada Rabu (11/11/2020), sehari setelah Hari Pahlawan, dari Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi.
Informasi ini didapatkan dari keterangan staf Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, Sekretariat Militer Presiden RI, Febby Riandary, Sabtu (7/11/2020).
Selain Andi Amran Sulaiman, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, hingga mantan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri juga akan mendapatkan penghargaan yang sama.
Adapun ketentuan pemberian penghargaan tercantum pada UU Nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan hingga PP 35 2020 tentang pelaksanaan UU Nomor 20 tahun 2009.
Menanggapi hal ini, pemerhati kedaulatan pangan Prof Tjipta Lesmana menilai wajar Andi Amran Sulaiman menerima penghargaan tersebut.
“Saya sangat memuji kinerja Andi Amran Sulaiman dulu dalam berbagai upayanya menegakkan kembali kejayaan pangan Indonesia. Kerja keras itu kini terbukti dengan mampunya Indonesia untuk menggenjot produksi padi sehingga tak ada lagi impor beras untuk sepanjang tahun 2016. Inilah bukti kerja keras itu. Apalagi prestasi yang ditorehkan ini dilakukan di tengah hantaman kondisi cuaca ekstrim seperti El Nino dan La Nina. Ini tidak main-main. Ini kerja nyata yang sangat patut diapresiasi," ujarnya Tjipta Lesmana dalam siaran pers Andi Amran Sulaiman.
Menurut Tjipta Lesmana, Andi Amran Sulaiman adalah salah satu sosok yang tak banyak bicara, banyak diam, namun bekerja keras.
“Pak Amran ini pekerja keras yang banyak di lapangan. Melihat langsung perkembangan lapangan dan mencari solusinya langsung di lapangan. Bergerak cepat,” ujarnya.
Satu hal yang perlu diingat, kata Tjipta Lesmana, di era Andi Amran Sulaimanlah mafia pangan dibuat tak berkutik.
“Mafia pangan di era Andi Amran menjadi tak berdaya di era Pak Amran. Saya yakin, mafia pangan ini tak senang dan terus berupaya mengganggu kerja Andi Amran dulu,” katanya menandaskan.
Sementara itu, pengamat ekonomi Ichsanudin Noorsy mengatakan penghargaan terhadap Andi Amran Sulaiman merupakan bukti nyata kinerja yang ditunjukkannya dulu sangat bagus.
“Beberapa gebrakan Amran Sulaiman dianggap berpengaruh besar terhadap tujuan pembangunan mencapai ketahanan serta kedaulatan pangan di Tanah Air. Kadang kebijakan yang dibuat Amran Sulaiman harus membuatnya berhadapan dengan para mafia. Dirasa merugikan kepentingan lain (mafia) bila menyangkut urusan pangan," ujar Ichsanudin Noorsy.
Kendati kerap memperoleh tantangan, Ichsanudin Noorsy menilai, Amran Sulaiman seolah tak gentar menghadapinya.
Menurut Ichsanudin Noorsy, Amran Sulaiman terus bekerja untuk menggapai hasil optimal.
“Amran Sulaiman telah sering difitnah. Mafiia (pangan) pakai segala cara untuk menjelekkan Amran Sulaiman sampai ingin menyerang karakter personal Amran," kata Ichsanudin Noorsy.
Terkait dengan kinerja Andi Amran Sulaiman, Ichsanudin Noorsy menuturkan, terobosan yang dilakukannya tercatat pernah memberikan hasil membanggakan untuk ekonomi Indonesia.(rilis)