Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Touress Global DMC

Touress Global DMC Tawarkan Destinasi Domestik dan Turki

Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC) telah sukses menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar

Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC) menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar bertajuk 'Launch touress B2B Global DMC, Lets Start Selling Domestic and Turkey' yang diselenggarakan di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Makassar, Kamis (5112020). 

TRIBUN-TIMUR.COM MAKASSAR - Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC)
telah sukses menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar bertajuk 'Launch touress B2B Global DMC, Lets Start Selling Domestic and Turkey' yang diselenggarakan di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Makassar, Kamis (5/11/2020).

Tiga pembicara berbicara di depan sekitar 45 travel-travel agent besar di Makassar dan membahas semua poin penting terkait kesiapan destinasi domestik, seperti Bali dan Labuan Bajo, serta Turki untuk menyambut wisatawan dan bagaimana Touress, B2B Online DMC.

Senior Manager Marketing Touress Global DMC, Dedi Sefriadi, mengatakan, kegiatan ini, diharapkan dapat membantu travel-travel agent di Makassar untuk bisa tetap aktif berjualan paket-paket wisata dengan mudah dan menyenangkan dengan menggunakan aplikasi Touress yang berbasis Web, Android, dan iOS.

Makassar dipilih sebagai kota pertama di Indonesia untuk launch Touress Global DMC (web.touress.com), karena booking di Touress dari travel-travel agent di Makassar yang menunjukan tren yang meningkat secara signifikan pada Oktober dan November ini, dibanding kota-kota besar lain di Indonesia.

Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC) menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar bertajuk 'Launch touress B2B Global DMC, Lets Start Selling Domestic and Turkey' yang diselenggarakan di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Makassar, Kamis (5112020).
Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC) menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar bertajuk 'Launch touress B2B Global DMC, Lets Start Selling Domestic and Turkey' yang diselenggarakan di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Makassar, Kamis (5112020). (TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN)

Dedi pada pemaparannya menjelaskan, semua keuntungan yang akan didapat travel-travel agent jika mereka menggunakan aplikasi Touress.

"Dengan Touress, travel-travel agent tidak perlu menghabiskan waktu satu hingga tiga hari untuk merancang paket, berurusan dengan supplier, melakukan pemesanan, dan melakukan pembayaran, karena semua proses dapat dilakukan secara online di Touress, ditambah semua pemesanan dan pembayaran ke supplier (maskapai, hotel, bus, pemandu wisata, dan lainnya) dapat dilakukan secara otomatis di Touress Apps. Jadi cara lama yang membutuhkan proses dari satu hingga tiga hari, sekarang sudah berubah dan berevolusi dengan hadirnya touress, karena travel-travel agent hanya perlu 15 menit untuk melakukan semua proses secara online di aplikasi Touress," jelasnya.

Dedi menambahkan, di era yang serba digital seperti sekarang ini, semua travel-travel agent harus bisa menawarkan solusi yang bukan hanya sesuai dengan keinginan customer-customer mereka, tetapi juga harus cepat dan harga harus bersaing sehingga mereka bisa bertahan dan bahkan bisa terus berkembang ditengah gempuran Online Travel Agent (OTA) saat ini.

Dedi juga menjamin, dengan Touress, travel-travel agent bisa mendapatkan harga yang sangat competitive plus kualitas layanan yang prima karena touress mempunyai kontrak langsung dengan harga terbaik dengan ratusan travel supplier di Indonesia dan seluruh dunia, termasuk dengan hotel-hotel chain Indonesia dan international, seperti AccorHotels, Marriott Groups, IHG, Archipelago, dan Santika Group.

Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC) menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar bertajuk 'Launch touress B2B Global DMC, Lets Start Selling Domestic and Turkey' yang diselenggarakan di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Makassar, Kamis (5112020).
Touress Global B2B Online Destination Management Company (DMC) menyelenggarakan seminar pertama di era transisi pandemi di Makassar bertajuk 'Launch touress B2B Global DMC, Lets Start Selling Domestic and Turkey' yang diselenggarakan di Hotel Mercure Nexa Pettarani, Makassar, Kamis (5112020). (TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN)

Dedi pada kesempatan ini, menjelaskan destinasi-destinasi favorit domestik di Indonesia, seperti Bali dan Labuan Bajo yang saat ini sedang 'happening'.

Dedi juga menunjukkan beberapa foto group-group travel agent yang dipercayakan ke Touress Global DMC, seperti grup 'gowes' dari salah satu travel agent besar di Bandung dengan jumlah peserta di atas 30 orang, dimana Touress menyediakan servis A-to-Z dari mulai maskapai penerbangan, hotel, tour di Bali, tour sepeda, pengamanan di Bali, transportasi sepeda peserta dari Bandung ke Bali, dan seluruh detail sehingga travel agent bisa fokus ke customer, sementara Touress, sebagai 'pabrik', bisa fokus ke pelayanan.

Leisure Advisor Touress Global DMC Indonesia Timur, Rahmat Mustamin, menjelaskan tentang semua aspek yang terkait dengan kesiapan sektor perhotelan Turki untuk safe tourism.

Dia menyebutkan, semua fasilitas pariwisata termasuk hotel, bus, dan restoran harus mengikuti standar pariwisata aman yang ketat dari Pemerintah.

Sertifikat dikeluarkan untuk fasilitas yang telah melewati daftar periksa pariwisata aman yang panjang, bahkan hingga 132 daftar periksa untuk hotel.

Denda besar dan pencabutan izin dikenakan pada fasilitas yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Pemerintah Turki.

Rahmat juga menjelaskan, betapa seriusnya pemerintah Turki dalam mendukung sektor pariwisata dengan memberikan ketenangan pikiran kepada semua pengunjung dengan tetap menjaga protokol kesehatan yang diterapkan.

"Sangat mudah untuk masuk ke Turki, dan mereka tidak membutuhkan pengunjung untuk melakukan tes Covid-19. Tetapi bagi mereka yang perlu menjalani tes semacam itu, Bandara Istanbul memiliki semua fasilitas tes untuk tes rapid dan swab/PCR di terminal kedatangan dan keberangkatan. Bagi WNI (Warga Negara Indonesia) yang ingin masuk ke Turki tetap membutuhkan visa turis dan hasil rapid test (sesuai persyaratan pemerintah Indonesia)," jelas Otonk, sapaan akrab Rahmat Mustamin.

Rahmat merinci secara detail semua point of interest di Turki yang masih mempesona hingga saat ini termasuk Hagia Sophia yang baru-baru ini, diubah kembali menjadi masjid dari museum setelah hampir 100 tahun.

Selain semua tempat indah yang masuk daftar pengunjung di Istanbul, seperti Blue Mosque, Grand Bazaar, dan Bosphorus Cruise.

Rahmat juga mempresentasikan kota-kota lain yang layak untuk dikunjungi, seperti Cappadocia, Izmir, dan Pamukkale.

Pelaksana Harian (PLH) Manager dan Servis Garuda Indonesia Sulsel, Andhika Mahendra, yang menjadi salah satu pembicara menjelaslan, mengenai perkembangan sales Garuda Indonesia di Makassar dari mulai awal pandemi pada Maret 2020 sampai saat ini yang menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan indikasi positif dimana masyarakat Makassar sudah berani bepergian.

Andhika juga menjelaskan, destinasi favorit bagi masyarakat Makassar adalah Jakarta untuk segmen pemerintah dan pelaku bisnis, dan Bali bagi segmen wisatawan.

Bahkan Garuda Indonesia Sulsel sudah menyiapkan paket-paket all-inclusive untuk beberapa destinasi wisata, termasuk Labuan Bajo dengan harga yang sangat bersaing.

Andhika mengatakan, Garuda Indonesia juga sudah mengaktifkan kembali code sharing dengan Turkish Airlines untuk destinasi wisata Istanbul dan kota-kota lainnya di negara Turki.

"Dengan perjanjian kerja sama code sharing ini, penumpang dari kota manapun di Indonesia, termasuk Makassar, bisa terbang langsung ke seluruh kota-kota di Turki tanpa repot mengurus bagasi (fasilitias baggage-through).

Sebagai gambaran, tanpa fasilitas baggage-through, penumpang dari Makassar harus mengeluarkan bagasi mereka di Jakarta, lalu check-in lagi ke counter Turkish Airlines. Tentunya code-sharing agreement antara Turkish Airlines dan Garuda Indonesia ini merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakt Indonesia pada umumnya dan Makassar pada khususnya," jelas Andhika.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved