Breaking News:

Pemilu Amerika Serikat

Tak Semua Orang Bisa Ramaikan Kampanye di Amerika Serikat

Amerika Serikat tengah menghadapi masa pemilihan umum untuk mencari Presiden dan Wakil Presiden.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ABDIWAN
Host Ngovi, Ina Maharani mewawancarai dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan, Widyabuana Slay yang tinggal di Arizona dan Mely Campbel di Colorado Amerika Serikat terkait euforia pemilu di Amerika Serikat, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Amerika Serikat tengah menghadapi masa pemilihan umum untuk mencari Presiden dan Wakil Presiden.

Pada prosesnya, dalam setiap pemilihan umum di Amerika Serikat juga tiap kandidat melakukan kampanye.

Tentunya, kampanye yang dilakukan untuk memperkenalkan visi dan misi yang akan dituju sebagai kandidat.

Pada momen ini pun menjadi ajang warga Amerika Serikat berduyun-duyun menuju tempat pemungutan suara untuk memilih presiden.

Salah seorang Warga Negara Indonesia yang merasakan euforia pemilihan umum di Amerika Serikat mengungkapkan pada masa kampanye tak semua warga meski mendukung bisa turut dalam kampanye.

Dalam program Ngobrol Virtual yang tayang live di channel Youtube Tribun Timur, Rabu (4/11/2020) WNI asal Engrekang, Widyabuana Slay yang tinggal di Arizona mengungkapkan bahwa momen kampanye hanya dapat diikuti oleh orang-orang tertentu.

Widya juga menceritakan momen kampanye yang menurutnya tak begitu bebas diikuti oleh warga sangat berbeda dengan Indonesia.

"Kalau di Indonesia kan ramai sekali dengan konser atau dangdutan, disini warga tertentu saja yang diperbolehkan hadir," tuturnya.

Bahkan, sambungnya, pada saat kampanye kandidat fokus untuk mempromosikan visi misi.

"Tak ada artis ataupun hiburan lainnya," jelasnya.

Para warga yang ingin mengikuti kampanye harus melakukan registrasi terlebih dahulu pada tim kampanye kandidat lalu jika terpilih bisa langsung mengikuti kampanye.

Hal tersebut menurutnya dikarenakan masalah keamanan untuk menjaga masing-masing kandidat dari segala hal yang mengancam.

Meski tak ikut berkontribusi untuk memberikan suaranya dalam pemilu Amerika Serikat karena status kewarganegaraannya masih Indonesia, Widya pun tetap mendukung rekan-rekannya dalam pesta demokrasi tahun ini.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved