Tribun Sinjai
Seluruh Desa di Sinjai Diminta Perangi Stunting
Pemerintah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan memiliki perhatian besar terhadap kasus stunting.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Pemerintah di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan memiliki perhatian besar terhadap kasus stunting.
Pemerintah di Sinjai melalui Dinas Kesehatan melibatkan seluruh pemerintah desa untuk memerangi penyakit tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, Farina Irfani, Senin (2/11/2020) mengatakan pihaknya menggelar pertemuan dengan membahas penanganan stunting dengan pemerintah desa, kecamatan, dan puskesmas.
"Kita terus melakukan upaya secara bertahap penanganan. Seperti melakukan analisis situasi, rapat koordinasi, membentuk tim koordinasi dan rembuk stunting," jelasnya.
Mereka melihat indikator-indikator wilayah yang mana berdasarkan data frekuensi stunting kemudian ditentukan lokus yang mana mau di intervensi lebih dahulu.
Selain itu, Pemkab juga telah membuat peraturan bupati (Perbup) mengenai peran desa dalam penanganan stunting. Demikian juga lahir inovasi Madeceng (Masyarakat Desa Cegah Stunting).
"Kita sepakat seluruh wilayah desa memberikan makanan tambahan bagi anak stunting, serta untuk bumil di semua wilayah," ujarnya.
Arin menarget hingga tahun 2023 bisa dibawah 19 persen dengan kerja sama semua pihak.
Tahun 2017-2018 Kabupaten Sinjai masuk daerah masuk terbesar ke lima di Sulsel terhadap kasus stunting.
Saat ini kasus itu sudah mulai menurun sebagai dampak intervensi yang dilakukan kepada aparat desa dan masyarakat dengan memberikan makanan tambahan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/plt-kepala-dinas-kesehatan-sinjai-farina-irfani-membahas-masalah-stunting.jpg)