Liga 1

Pemain Ramai-ramai Sindir PSSI, Ada Apa?

Kapten Borneo FC, Diego Michiels mengatakan, penundaan ini sudah ia prediksi jauh hari sebelumnya.

Penulis: Alfian | Editor: Sudirman
Instagram Bayu Gatra
Bayu Gatra saat melakoni pertandingan di AFC Cup 2019 menghadapi Lao Toyota yang diunggah di akun Instagram pribadinya beberapa waktu lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah pemain klub Liga 1 memprotes Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), setelah menunda kegiatan Liga 1 2020.

Rencananya jadwal Liga 1 akan diadakan pada tahun 2021.

Kapten Borneo FC, Diego Michiels mengatakan, penundaan ini sudah ia prediksi jauh hari sebelumnya.

"Saya sudah dengar kemarin, jadi saya sudah tidak kaget lagi kalau Liga 1 2020 mulai Februari," kata Diego Michiels dilansir dari BolaSport.com.

Diego Michiels pun memberikan kritikan pedas berbalut solusi yang menurutnya bisa menjadi saran bagus untuk lanjutan Liga 1 2020 kedepan.

Solusi Diego yaitu dengan menyebut jangan membawa-bawa kepentingan politik dengan keberlangsungan sepak bola nasional.

Karena menurutnya kalau politik dan sepak bola dalam satu urusan maka perkembangan Liga Indonesia tidak akan maju.

Jika Liga Indonesia tidak maju, Diego Michiels mengatakan hal tersebut akan berdampak kepada timnas Indonesia nantinya.

"Solusinya jangan campur politik dengan bola. Selama politik masih dicampur dengan bola, maka bola tidak akan maju. Kalo Liga 1 kacau, otomatis timnas Indonesia kacau," ujar mantan pemain timnas U-23 Indonesia tersebut.

Sementara itu Winger PSM Makassar, Bayu Gatra, menyebut langkah yang diambil PSSI terbilang lucu. Menurutnya jika kompetisi 2020 tak lagi memungkinkan, lebih baik dihentikan saja.

"Kan lucu yah Liga 2020 tapi mainnya 2021, mending dihentikan saja baru pikir untuk kompetisi musim 2021. Inikan nanti agak rancuh utamanya kepada kami selaku pemain, soal kontrak dan lain-lainnya nanti," terangnya

Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved