Tribun Wajo
VIDEO: Bantuan Infrastruktur Jaringan Gas PGN Wajo Ditunda
Pandemi Covid-19 membuat pemerintah pusat harus melakukan berbagai refocusing anggaran termasuk pembangunan jaringan gas di Kabupaten Wajo
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perusahaan Gas Negara (PGN) membangun jaringan gas di Kabupaten Wajo.
Namun Pandemi Covid-19 membuat pemerintah pusat harus melakukan berbagai refocusing anggaran termasuk pembangunan jaringan gas ini.
Seharusnya, Kabupaten Wajo mendapat penambahan 5.700 jaringan gas rumah tangga di tahun ini, namun karena pandemi pembangunannya di tunda.
"Tahun ini tidak ada, anggarannya kena refocusing. Nanti tahun 2021 baru akan dilakukan pengerjaan," kata Bupati Wajo Amran Mahmud setelah menghadiri Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 di The Rinra Hotel, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulsel, Senin (26/10/2020).
Sejauh ini, menurut Amran jika nantinya pipa jaringan gas itu terbangun maka sudah bisa memenuhi kebutuhan di kota.
"Insya Allah kalau ini sudah terbangun, artinya bisa memenuhi semua kebutuhan perkotaan sehingga bisa bergeser ke Kecamatan," sebutnya
Sampai saat ini, Amran menyebut sudah ada terbangun jaringan gas rumah tangga di Wajo sebanyak 6.000. Masing-masing tahap I sebanyak 4.000 dan tahap II sebanyak 2.000.
"Jika ini terbangun maka keseluruhan kuota bisa terpenuhi, sehingga bisa pindah nanti," katanya.
Mengenai manfaat yang dirasakan dari Jargas.
Amran menyebutkan selain harganya lebih murah, masyarakat tidak pusing lagi urus-urus ganti-ganti tabung. Lebih safety, lebih ramah lingkungan dan banyak sekali manfaatnya.
Untuk itu, ia berharap agar setiap tahun supaya ini bisa berkembang semua ke kecamatan.
"Kalau berbicara soal kebutuhan,ini cukup banyak dengan jumlah 14 kecamatan. Kami harapkan semua bisa selesai secepatnya dan malah juga daerah lain bisa teraliri juga menuju ke Sidrap, Pare-pare. Kita harapkan nanti ke depannya begitu," katanya.
Amran menyebutkan jaringan paling luas di kawasan Kecamatan Tempe dengan sekitar 4.000 rumah tangga.(*)