Breaking News:

Citizen Repoter

Peneliti BRPBAPPP Maros Kembangkan Aplikasi SIPETAK (Sistem Informasi Pengelolaan Tambak)

Peneliti sumberdaya daya lahan dan lingkungan budidaya BRPBAPPP Maros mengembangkan suatu aplikasi Prototipe Teknologi WebGIS

Citizen Reporter
Peneliti sumberdaya daya lahan dan lingkungan budidaya BRPBAPPP Maros mengembangkan suatu aplikasi Prototipe Teknologi WebGIS 

Melalui kajian pengembangan aplikasi Sipetak tersebut.

Tim peneliti sumberdaya daya lahan dan lingkungan budidaya BRPBAPPP memberikan sosialisasi sekaligus bimbingan beknis (BIMTEK) penggunaan aplikasi Sipetak yang saat ini sudah berbasis Android kepada penyuluh perikanan dari dua Kabupaten yaitu Kabupaten Barru dan Kabupaten Pangkep serta dinas perikanan Kab. Barru yang berlokasi di Instalasi Pembenihan Udang Windu dan Kepiting BRPBAPPP selama 2 hari 26 - 27 Oktober 2020 dengan jumlah peserta 50 orang.

 Menurut Dr. Tarunamulia, M.Sc yang merupakan penanggung jawab kegiatan riset, selain untuk meningkatkan kemapuan operasional aplikasi Sipetak bagi para peserta, bimbingan teknis ini juga bertujuan lebih jauh untuk meningkatkan partisipasi dan konstribusi calon surveyor dalam memperkaya data sekaligus meningkatkan akurasi informasi dari WebGIS Sipetak yang bersifat spasio-temporal.

Ir. Andi Sidda (Kepala Dinas Perikanan Kab. Barru) yang membuka kegiatan tersebut sangat merespon positif kegiatan ini mengingat fungsi dan manfaat dengan keberadaan WebGIS SIPETAK sangat membantu pengelolaan kegiatan budidaya pada skala petakan dan hamparan dan juga sangat bermanfaat baik untuk para penyuluh maupun para petambak, lebih lanjut  mengatakan.” bahwa mudah - mudahan WebGIS SIPETAK dapat terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan budidaya perikanan di Indonesia.

Mewakili kepala BRPBAPPP Maros Andi Bahtiar, S.St.Pi humas BRPBAPPP mengharapkan kepada peserta untuk berpartisipasi dalam pengimputan data ke aplikasi Sipetak untuk mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) khususnya Perikanan Budidaya dalam memasuki era revolusi industry 4.0 antara lain dalam hal “pemanfaatkan untuk mendapatkan informasi ketersediaan benih unggul, pakan, sarana dan prasarana produksi serta”.

Terobosan yang tidak kalah pentingnya dari aplikasi GIS berbasis internet ini adalah memungkinkan partisipasi berbagai stakeholders budidaya seperti penyuluh, pembudidaya, dinas perikanan atau LSM untuk mengupdate informasi ke dalam sistem aplikasi melalui fitur “surveyor” tentunya melalui verifikasi administrator utama untuk menjamin validasi data. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved