Breaking News:

Ngopi Tribun Timur

Pelopor Porang, Dampingi dari Hulu ke Hilir, Hingga Raih Penghargaan Presiden

Ngobrol Politik (Ngopi) seri ke-15 Tribun Timur mengangkat tema 'Pemuda Jangan Malu Bertani'.

TRIBUN-TIMUR.COM/FADHLY
Ngobrol Politik (Ngopi) seri ke-15 Tribun Timur mengangkat tema Pemuda Jangan Malu Bertani, yang disiarkan langsung di Youtube dan akun Facebook Tribun Timur Berita Online, Senin (26/10/2020). Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) Syaharuddin Alrif. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ngobrol Politik (Ngopi) seri ke-15 Tribun Timur mengangkat tema 'Pemuda Jangan Malu Bertani' yang disiarkan langsung di Youtube dan akun Facebook Tribun Timur Berita Online, Senin (26/10/2020).

Hadir sebagai narasumber, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan (DPRD Sulsel) Syaharuddin Alrif. Ngopi dipandu Reporter Tribun Timur, Abdul Azis.

Syahar sapaannya dikenal sebagai pelopor budidaya porang. Ia mengklaim, perubahan pola tanam dari tradisional ke modern sangat penting dalam perkembangan tumbuhan liar itu.

"Awal saya budidayakan porang, saya secara mandiri, maju dan modern. Saya tak mau dapat bantuan. Ketika ini berhasil, nah saya mengajak pemerintah pusat, menjadikannya program prioritas," katanya.

"Namun tak meminta APBN. Inovasi dengan bekerja sama dengan bank, modal Rp 50 juta per petani melalui KUR porang," jelasnya.

Ia bersyukur, 12 kabupaten/kota di Sulsel sudah jalan. "Jadi saya tak sekadar memberi Ilmu budidaya, tetapi juga memfasilitasi modal, dan menjamin pasarnya. Yah dari hulu ke hilirlah," ujar sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasional Demokrat Sulawesi Selatan (DPW Nasdem Sulsel) itu.

Sehingga, lanjut dia, petani hanya menyiapkan lahan dan kerja cerdas untuk mengembangkannya.

"Bagi masyarakat yang mau mengikuti pola ini bisa dikoordinasikan di opteker di daerah masing-masing yang kami bentuk," ujarnya.

Daerah yang telah mengikuti pola budidaya porang selain Sidrap yakni di Wajo, Enrekang, Luwu, Palopo, Pangkep hingga Soppeng.

"Porang bagusnya sebagai alternatif komoditi. Memang tumbuhan liar di hutan tapi tidak merusak pohon utama seperti pala, cengkeh dan lainnya. Bisa ditanam sebagai tumpang sarilah begitu.

Hampir lebih satu tahun berhasil dibudidayakan, Presiden Jokowi melalui Kementerian Pertanian pada 17 Agustus 2020 lalu, memberi penghargaan sebagai pelopor langkah konkrit mendorong petani merubah konvensional menjadi modern hingga membuat lahan tidur menjadi produktif.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, @fadhlymuhammad

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved