Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribuners Memilih

Insentifnya Dipangkas, Ketua RT Syahrir Makin Semangat Menangkan Adama

Salah satu ketua RT di Kelurahan Kassi-kassi Syahrir Nyarrang, mengaku dipaksa memilih calon yang bukan menjadi keinginan mereka.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Tim Adama
Salah satu ketua RT di Kelurahan Kassi-kassi Syahrir Nyarrang, mengaku mengalami perlakuan tidak adil lantaran dipaksa memilih calon yang bukan menjadi keinginan mereka. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu ketua RT di Kelurahan Kassi-kassi Syahrir Nyarrang, mengaku mengalami perlakuan tidak adil lantaran dipaksa memilih calon yang bukan menjadi keinginan mereka.

"Beberapa teman-teman diturunkan insentifnya karena sudah terbaca mendukung Adama (akronim Danny-Fatma)," ujar Syahrir via rilis Tim Adama.

Syarir mengaku, kebijakan penurunan i.sentif RT/RW itu bukan lagi berdasar pada basis kinerja. Syahrir menilai sarat kepentingan politik.

"Saya tidak tahu bagaimana dasar penilaian dari camat-lurah, karena tugas saya tetap saya jalankan yakni 9 indikator itu, tapi pak lurah turunkan insentif saya," tambah Syahrir.

Apalagi sejak dirinya terang-terangan mendukukung paslon nomor 1, isentifnya menurun drastis.

"Dari Rp 1 juta turun menjadi Rp 250 ribu. Saya memang terang-terangan mendukung Adama," ujarnya.

Syahrir mengaku, karena mempertahankan idealismenya untuk memilih tanpa ada paksaan, dia merasa mengalami perlakuan yang tidak adil dari aparat pemerintah kota.

"Yang paling memahami kinerja RT/RW adalah pak Danny Pomanto. Yang bisa mensejahterakan dan mengangkat derajat dan mensejahterakan RT/RW adalah beliau, jadi mau tidak mau kami harus memilih pak Danny kembali," tegasnya.

Syahrir menyeselkan, saat ini terjadi pengelompokan RT/RW di kelurahannya. Sebab pilihan dan hak politik menjadi alasan.

"Ada juga RT/RW yang dukung paslon lain kok insentifnya tidak terganggu. Kami heran, kenapa aparat pemerintah tidak netral sih, padahal ini wilayah politik, bukan wilayah pelayanan," sesalnya.

Senada, Aksan ketua RT di Kelurahan Bangkala, mengaku mengalami hal serupa di wilayahnya. Aksan mengaku RT/RW pendukung Adama seperti dianak tirikan.

"Ada apa, kami ini relawan pemerintah, tapi kenapa ada sekat-sekat sejak pilwali ini berlangsung, kami merasa disisihkan, terus terang saya juga pendukung Adama," ungkapnya.

Mantan wali kota Makassar, yang juga menjadi kontestan di Pilkada Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, meminta RT/RW bersabar atas tindakan oknum pemerintah yang tidak adil terhadap mereka.

"Sabarki, kebenaran tdak pernah kalah, terus berjuang untuk memenangkan masa depan kita, Tungguma," kata Danny memotivasi.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved