Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dzikir Bersama NU Maros di Hari Santri Nasional

Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Maros, KH. Ibnu Hajar Arief dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada beberapa pimpinan pondok pesantren

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/IKHSAN
Suasana dzikir bersama di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Maccopa, Kecamagan Turikale, Kabupaten Maros, Rabu (21/10/2020) malam." 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Maros bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Maros, menggelar perayaan Hari Santri Nasional 2020 tingkat Kabupaten di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Maccopa, Kecamagan Turikale, Kabupaten Maros, Rabu (21/10/2020) malam.

Ketua Nahdlatul Ulama Kabupaten Maros, KH. Ibnu Hajar Arief dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada beberapa pimpinan pondok pesantren, yang menyempatkan hadir pada acara zikir dan sholawat dalam rangka perayaan Hari Santri Nasional 2020 tingkat Kabupaten Maros.

"Alhamdulillah, perayaan Hari Santri Nasional 2020 di Kabupaten Maros ini meskipun masih dalam situasi pandemi covid 19 tetap kita gelar meskipun secara sederhana namun tetap berlangsung secara khidmat," ujar KH Ibnu Hajar.

Kegiatan ini juga akan berlangsung besok, dengan melaksanakan upacara bendera, dan melakukan ziarah makam pendiri NU dan tokoh NU baik di Maros maupun Makassar.

"Malam ini kita gelar istighotsah, dzikir dan sholawat dengan para santri. Besok Insyaa Allah seluruh pondok pesantren se-Kabupaten Maros akan melaksanakan upacara bendera, dilanjutkan ziarah makam pendiri NU, baik yang ada di Maros maupun di Kota Makassar," jelasnya

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, H. Muhammad Tonang menegaskan, peranan atau jasa santri yang luar biasa heroik dalam mempertahankan kemerdekaan RI.

"Resolusi Jihad 22 oktober 1945 yang di fatwakan oleh Hadratusyekh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari, menjadi pemompa semangat jihad santri-santri Nahdlatul Ulama di Surabaya, untuk bangkit berjuang melawan hingga berhasil mengusir penjajajah," tegasnya

Ia menyampaikan, hal inilah yang menjadi penyebab utama peristiwa pertempuran di Surabaya.

"Jadi peristiwa monumental pertempuran 10 November 1945 di Surabaya itu, penyebab utamanya adalah resolusi jihad 22 Oktober 1945 dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratusyekh KH. Muhammad Hasyim As'yari," ujar mantan Ketua Ansor Sulsel tersebut.

Namun ia mengingatkan, gugas utama santri saat ini tidak lagi mengangkat senjata untuk melawan dan mengusir penjajah, tapi belajar dan belajar, agar sukses menjadi pemimpin bangsa Indonesia dimasa depan.

Sekedar diketahui, perayaan Hari Santri Nasional 2020 di Kabupaten Maros tetap dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan Covid 19, dengan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved