Breaking News:

OPINI

Anarkis bukan Marxist, apalagi Narsistik

OPINI: Anarkis bukan Marxist, apalagi Narsistik oleh Syamsu Alam, Pegiat di Liberal Studi Praxis/ Dosen FE UNM

Dok Pribadi
Syamsu Alam, Pegiat di Liberal Studi Praxis/ Dosen FE UNM 

OPINI: Anarkis bukan Marxist, apalagi Narsistik

oleh Syamsu Alam, Pegiat di Liberal Studi Praxis/ Dosen FE UNM

Polemik (R)UU Omnibus Law (OL) masih berlanjut. Sejak pertama kali draf RUU ini beredar di publik. Setelah disahkan oleh DPR, serntak terjadi aksi penolakan di jagad maya sampai di aras nyata. Dampaknya dari ibu kota sampai di lorong-lorong kota terasa dampak penolakannya, macet total.

UU tersebut seperti hantu di masa pandemi. Di awal pandemi nyaris tak terdengar, setelah sebelumnya ramai penolakan dan kajian di forum-forum universitas, LSM, pengusaha, membahas RUU tersebut.

UU ini terkesan membuat banyak ‘pakar’ terjebak dalam ketidakjelasan jumlah halaman draf RUU yang viral dan menggiring kita semua pada ‘viral kedunguan’ jumlah halaman dan jenis kertas yang digunakan.

Sungguh perdebatan publik yang menguras emosi dan kuota jauh dari substansi. Sebuah drama RUU yang menjengkelkan.

Sebagaimana lazimnya, setiap ada aksi massa. Penggunaan kosakata yang serampangan menghiasi media sosial dan media cetak.

Brutalisme di jalan raya adalah pemicu lahirnya istilah ‘Anarkis sama dengan Marxist Komunis’.

Kebrutalan berbahasa yang seenaknya menghakimi suatu tindakan adalah bukti betapa lemahnya tradisi literasi kita.

Anarkiskah, Marxiskah, atau jangan-jangan hanya Narsistik yang menyebabkan kebrutalan di medan juang dan di medan pikiran kita semua?

Anatema Marxisme

Halaman
1234
Penulis: CitizenReporter
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved