Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dulu Hanya Jual Brownis Kukus Biasa, Owner Browcyl Baca Potensi Pisang di Sulsel Jadi Ladang Bisnis

Melihat potensi demikian, Rachmat pun terpikirkan untuk membuat brand yang berbeda dari yang lain namun menggunakan bahan lokal.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
tribun-timur.com/Muh Abdiwan
Melalui Sulsel Young Preneur edisi Jumat (16/10/2020), Founder Browcyl Rachmat Almu Arrif pun menceritakan perjuangannya membangun usahanya 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Berawal dari mimpi, Rachmat Almu Arrif kini menghantarkan Browcyl sebagai brand local yang dilirik banyak orang.

Rasanya tak lengkap jika sedang berada di Kota Makassar, tanpa membawa pulang oleh-oleh Browcyl yang begitu khas.

Seperti itulah target brand local yang ingin dicapai Rachmat saat brandnya sudah mulai dikenal banyak orang.

Hal tersebut disampaikannya saat mengisi program Sulsel Young Preneur edisi Jumat (16/10/2020).

"Pisang di Sulsel itu luar biasa, saya melakukan riset pada tahun 2012 bahwa pisang di Sulsel adalah produksi terbesar di Indonesia," tuturnya.

Melihat potensi demikian, Rachmat pun terpikirkan untuk membuat brand yang berbeda dari yang lain namun menggunakan bahan lokal.

"Pisang adalah jawabannya, karena potensi ini pada saat itu tidak dibaca oleh orang lain. Padahal ini peluang usaha yang besar," tuturnya.

Ia pun mengkombinasikan sajian makanan modern dengan lokal.

"Dan ternyata direspon baik oleh para pecinta brownies," tuturnya.

Bahkan untuk mendapatkan harga langsung dari petaninya, Rachmat pun rela mencari tahu hingga ke para tengkula pisang.

"Jadi saya riset sendiri dari mana hasilnya, itu untuk bisa mendapatkan harga yang lebih murah untuk produksi kan," tuturnya.

Selain itu juga, Rachmat mengatakan berjalannya waktu iapun bermitra dengan para petani dalam menanam pisang.

"Memiliki potensi besar, kenapa tidak kita berdayakan mereka kan? Jadi kita beri bibit terbaik, bisa saja dari hasil panennya tidak hanya dijual ke Browcyl tapi juga ke market lainnya," jelasnya.

Meski banyak brand modern masuk di Kota Makassar, tapi tak menyurutkan Rahmat untuk tetap mempromosikan Browcyl.

"Browcyl punya karakternya sendiri, selain berbahan baku pisang, brand lokal, cita rasanya banyak dan sesuai dengan lidah customer, dan harganya kompetitif," katanya.

Kini Browcyl yang tersebar dibeberapa wilayah yang ada di Kota Makassar sudah memiliki reseler di berbagai daerah di Sulsel.

Terbaru, Browcyl baru saja mengeluarkan produk 'pandemi' choco melted yang cita rasanya menyasar kawula muda.

"Ini penjualannya sampai ke reseller daerah juga bagus jadi sangat membantu pemasukan saat pandemi," tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved