Breaking News:

Tribun Bantaeng

Waspada, Kasus Perundungan Terhadap Anak Masih Tinggi di Bantaeng

Kasus itu mendominasi dari 24 kasus yang terjadi sejak awal tahun hingga Oktober 2020.

ist
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD PPPA), Kabupaten Bantaeng, Sitti Ramlah 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Kasus anak di Kabupaten Bantaeng, didominasi kasus perundungan atau bullying.

Kasus itu mendominasi dari 24 kasus yang terjadi sejak awal tahun hingga Oktober 2020.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD PPPA), Kabupaten Bantaeng, Sitti Ramlah.

"Ada 24 kasus anak di Bantaeng, yang mendominasi adalah kasus bullying," kata Ramlah kepada TribunBantaeng.com, Jumat, (16/10/2020).

Namun, Dinas PMD PPPA melalui Bidang PPPA telah melakukan berbagai upaya dalam menekan kasus terhadap anak itu.

Dan kasus yang terjadi telah didampingi hingga dapat diselesaikan secara damai dengan mendatangkan orangtua anak yang berkasus.

"Kami juga difasilitasi forum anak Butta toa sebagai pelopor dan pelapor bergerak memfasilitasi mendatangkan orangtua siswa akhirnya terjadi kesepakatan damai. Ada juga kasus bullying yang kesepaktannya dengan memindahkan sekolah anak," ujarnya.

Selain kasus Bullying, juga banyak terjadi pernikahan di bawah umur.

Kasus itu banyak terjadi akibat kurangnya kesadaran orangtua terhadap hak yang wajib untuk didapatkan setiap anak.

Hak anak telah diatur dalam undang-undang perlindungan anak seperti mendapatkan pendidikan dan gembira yang harus dipahami oleh orangtua.

Halaman
12
Penulis: Achmad Nasution
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved