Breaking News:

VIDEO: Wamen ATR/BPN Tinjau Stasiun Tanete Rilau Barru

Pasalnya, baru kali ini pemerintah Indonesia melakukan pembangunan perkerataapian mulai dari nol, hingga selesai.

TRIBUNBARRU.COM, TANETE RILAU - Wakil Menteri Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra, meninjau stasiun kereta api di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu (14/10/2020).

Dalam kunjungannya, Surya mengatakan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi capaian luar biasa yang telah dilakukan, dalam pembangun perkerataapian di Sulawesi Selatan.

Pasalnya, baru kali ini pemerintah Indonesia melakukan pembangunan perkerataapian mulai dari nol, hingga selesai.

"Hari ini kami meninjau, dan menghormati pencapaian luar biasa, karena untuk pertama kalinya, ada pembangunan perkerataapian di Indonesia yang dimulai dari nol," ujar Surya.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak terkait yang ikut andil dalam melakukan pembanguan Kereta Api, baik itu Balai Perekerataapian, BPN, maupaun pemerintah daerah yang ikut membantu.

"Semoga ini bisa dirampungkan dengan lancar, karena jika rel kereta api yang menghubungkan trans sulawesi ini sudah rampung semua, kita lanjut sampai ke Bitung," jelasnya.

Terkait pembebasan lahan, pihaknya mengatakan jika secara umum hal itu berjalan lancar, dan saat ini ada beberapa pembebasan lahan yang masih dalam tahap negosiasi.

"Berjalan lancar, dan saat ini memang masih ada yang masih dalam tahap negosiasi untuk ganti rugi, tapi kami juga sudah bicarakan tadi, bagaimana agar prosesnya tetap adil, dan masyarakat bisa diikut sertakan dalam proses pembangunan rel ini, intinya kami memastikan masyarakat akan menerima ganti untung, bukan ganti rugi," terangnya.

Ia pun menegaskan, jika KA merupakan sumber perdaban, karena mampu mempermudah, akses dari satu daerah ke daerah lainnya.

"Saya kuliah S2 dan S3 itu di luar negeri, dan disana saya melihat, bahwa kereta api itu benar-benar menjadi sumber peradaban," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai Perekerataapian Wilayah Jawa Bagian Timur Jumardi, yang ikut mendampingi mengatakan, untuk di Kabupaten Barru progres pembangunan telah rampung semua.

"Seperti yang kita lihat tadi, untuk Barru sudah rampung semua, jadi kita melanjutkan pembangunan rel yang akan lanjut menghubungkan ke Pangkep dan Maros," tuturnya.

Jumardi menargertkan, untuk pembebasan lahan untuk rel kereta api di Pangkep, ditargetkan rampung pada bulan November 2020.

"Untuk pembebasan lahan relnya kami target bisa rampung tahun ini,karena untuk di Pangkep sendiri kami target paling lambat pertengahan November, dan untuk Maros bulan Desember 2020," tutupnya.

Sekedar diketahui, pembangunan jalur KA Makassar-Parepare sediri rencananya punya panjang track 142 km dengan 16 stasiun, dan dimulai sejak 2014 pada tahap I sepanjang 16,1 km di Barru, dan tahap II mulai 2015 sepanjang 51,1 km, tahap III Pangkep 40,5 km, tahap III Maros 22,5 km, dan tahap IV 2017-2019 sepanjang 4,9 km.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved