Breaking News:

Tribun Pangkep

Pembebasan Lahan Kereta Api Ditarget Rampung Tahun Ini, Pangkep Sudah 70 Persen, dan Maros 30 Persen

Dalam jalur Pangkep dan Maros akan dibangun 7 stasiun yang akan dikerjakan PT Bumi Karsa.

ist
Wakil Menteri Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra, saat meninjau stasiun kereta api di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu (14/10/2020) 

TRIBUNPANGKEP.COM, MANDALLE - Kepala  Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi menjelaskan, setelah pembangunan Kereta Api (KA) di Kabupaten Barru rampung, pihaknya melakukan pembangunan di Kabupaten Pangkep, dan Maros.

Hal ini untuk menghubungkan rel kereta api yang ada di Barru, Pangkep dan Maros.

Dalam jalur Pangkep dan Maros akan dibangun 7 stasiun yang akan dikerjakan PT Bumi Karsa.

Stasiun ini yakni Stasiun Mandalle (km 67+850), Stasiun Ma'rang, Stasiun Labbakkang, Stasiun Pangkajene, Stasiun Rammang-Rammang, Stasiun Maros, dan Stasiun Mandai.

Jumardi mengatakan, untuk membangun satu stasiun penganggarannya berkisar antara Rp 20 sampai 30 miliar.

"Untuk pembangunan satu stasiun itu, biasanya menghabiskan antara Rp20 sampai Rp30 miliar. Jadi kalau dikalikan 7 stasiun angkanya lebih Rp100 miliar," jelasnya Rabu (14/10/2020).

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Pangkep sudah mencapai 70 persen dalam pembebasan lahan, dan 30 persen untuk Kabupaten Maros.

"Untuk di Pangkep pembebasan lahannya sudah mencapai 70 persen, dan progres pembangunannya sudah sekitar 40 persen. Sedangkan di Maros untuk pembebasan lahannya masih 30 persen, dan progres pengerjaannya sekitar 23 persen" ujarnya.

Jumardi menargetkan, untuk pembebasan lahan rel kereta api di Pangkep, ditargetkan rampung pada bulan November 2020.

"Untuk pembebasan lahannya, kami target bisa rampung tahun ini, karena di Pangkep kami target paling lambat pertengahan November, dan untuk Maros bulan Desember 2020," tutupnya.

Sekedar diketahui, pembangunan jalur KA Makassar-Parepare sediri rencananya punya panjang track 142 km dengan 16 stasiun, dan dimulai sejak 2014 pada tahap I sepanjang 16,1 km di Barru, dan tahap II mulai 2015 sepanjang 51,1 km, tahap III Pangkep 40,5 km, tahap III Maros 22,5 km, dan tahap IV 2017-2019 sepanjang 4,9 km.

Laporan Tribunmaros.com,M Ikhsan

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved