Kebakaran di Banggae Majene
Satu Rumah Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Ini Pesan Kapolres Kepada Warga Majene
Kebakaran terjadi di lingkungan Teppo Kelurahan Baru Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (13/10/20).
Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -Kebakaran terjadi di lingkungan Teppo Kelurahan Baru Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (13/10/20).
Sebuah rumah milik M. Yusuf (54) pekerjaan Wiraswata ludes terbakar. Meski tidak korban jiwa, namun kerugian ditafsir mencapai Rp 150 juta.
Kepolisian Resor Majene yang mengetahui kejadian langsung mengerahkan personil untuk membantu pemadaman.
Sekaligus melakukan evakuasi dengan tujuan menekan kepanikan warga demi situasi yang tetap kondusif akibat musibah tersebut.
Dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi sementara, kebakaran rumah tersebut diduga akibat korsleting Listrik pada colokan kabel.
Kepala Kepolisian Resor Majene, AKBP Banuaji berpesan agar musibah yang terjadi ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua
Masyakarat dapat belajar dari semua ini, selalu waspada untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.
"Colokan listrik, kompor gas dan hal-hal lainnya memang terkadang dipandang enteng dan tidak jarang berujung musibah baik bagi kita maupun orang lain, jadi memang harus terus waspada dan teliti," Ujar AKBP Banuaji
Ia juga menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas musibah yang dialami oleh keluarga M. Yusuf, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan.
Menurut keterangan saksi yaitu anak korban sendiri Zulfiansyah bahwa saat kejadian, ia sedang berada di dalam kamar di lantai 2 rumahnya.
Kemudian tiba-tiba terjadi korsleting Listrik pada colokan kabel yang berada diatas kasur sehingga menimbulkan percikan api.
"Colokan listrik yang ada dikamar kami tiba-tiba korsleting pak sehingga menimbulkan percikan api yang membakar kasur di dalam kamar saya," tuturnya.
Korban yang panik langsung berlari menemui orang tuanya bahwa rumahnya terbakar, sayangnya api terus membesar dan menghanguskan seisi bangunan rumahnya.
Amukan sijago merah baru bisa dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan bantuan pengamanan dari pihak Kepolisian Resort Majene. (*)