Tribuners Memilih
Maju di Pilwali Makassar, None Akui Tolak Pakai Jasa Voorijder
Irman Yasin Limpo mengaku menolak menggunakan jasa patroli dan pengawalan (patwal) dari kepolisian
Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Irman Yasin Limpo mengaku menolak menggunakan jasa patroli dan pengawalan (patwal) dari kepolisian sejak ditetapkan sebagai calon kepala daerah (cakada) pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar.
None sapaannya ditetapkan sebagai calon wali kota Makassar berpasangan dengan Andi Muh Zunnun Armin Nurdin Halid, Rabu (23/9/2020).
"Iyya, saya tolak itu sejak kami ditetapkan bersama Andi Zunnun," kata mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel itu, Rabu (7/10)
Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, selain None-Zunnun, pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi juga mempunyai hak sama menggunakan jasa voorijder.
Demikian juga pasangan Syamsu Rizal MI-Fadli Ananda dan Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando.
"Begini, inikan baru calon, nanti sudah wali kota baru pakai. Andi Zunnun pertama pakai, tapi setelah dia lihat saya tidak pakai dia juga ikut tidak pakai," kata None.
Namun, kata None pihaknya tetap menggunakan personel pengamanan yang melekat selama tahapan pemilihan kepala daerah di Pilkada Makassar.
"Kan sudah pernah miki ceritanya ini pakai voorijder. Insya Allah setelah wali kota," ujar mantan calon Wali Kota Makassar tersebut menambahkan.
Laporan wartawan tribuntimur.com / Abdul Azis Alimuddin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/calon-wali-kota-makassar-irman-yasin-limpo-7102020.jpg)