Breaking News:

Tribun Wajo

Hak Pejalan Kaki Dirampas Kendaraan Parkir di Sengkang, Ini Kata Ketua Komisi III DPRD Wajo

Para pejalan kaki kehilangan kenyamanan saat berjalan. Terutama di empat sisi Pasar Sentral Sengkang, dan jalan-jalan di sekitarnya.

ist
Area pedestrian yang berubah menjadi tempat parkir dan etalase di Jl RA Kartini, Sengkang, Kabupaten Wajo, Selasa, (6/10/2020) 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pedestrian di sejumlah ruas jalan di Sengkang, Kabupaten Wajo berubah menjadi tempat parkir dan etalase pertokoan.

Para pejalan kaki kehilangan kenyamanan saat berjalan. Terutama di empat sisi Pasar Sentral Sengkang, dan jalan-jalan di sekitarnya.

Salah satu pelancong dari Ternate, Maluku Utara, bernama Martina (31) amat merasakan ketidaknyamanan ketika berjalan kaki di Sengkang, Kabupaten Wajo, Selasa (6/10/2020).

Bahkan, dirinya nyaris diserempet motor akibat pedestrian yang beralihfungsi dan pejalan kaki harus curi kesempatan berjalan di jalan raya yang juga sesak dan padat.

"Tidak ada tempat untuk pejalan kaki, mana lagi mobil yang parkir di tengah jalan. Tadi saya hampir ditabrak motor di (pasar) sentral," katanya.

Martina yang datang ke Sengkang menghadiri undangan pernikahan kerabatnya, menyempatkan waktu untuk berbelanja di pasar grosir terbesar kedua di Indonesia Timur itu.

"Sayang sekali tak ada pedestriannya, mana lagi semrawut. Tadi juga saya lihat ada pejalan kaki, dia jalan di badan jalan lalu diklakson kencang-kencang sama motor yang mau lewat," katanya.

Kepadatan kendaraan di sekitar Pasar Sentral Sengkang memang tak bisa dipungkiri. Sebagai salah satu pusat perbelanjaan, yang juga banyak didatangi warga dari luar daerah.

Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Wajo, Taqwa Gaffar telah lama menyuarakan perihal rehabilitasi pedestrian di Sengkang.

Menurutnya, penguasaan lahan untuk pejalan kaki harus dibebaskan dan disterilkan agar ada memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

"Hak pejalan kaki di sana (Pasar Sentral) sudah tidak punya ruang, waktu Komisi III rapat dengan Dishub dan Satlantas kita sampaikan itu," katanya.

Politisi Partai Nasdem itu menambahkan, rekayasa lalu lintas dan rekayasa parkir di sekitaran sentral semestinya juga memikirkan hak pejalan kaki.

"Penguasaan lahan untuk pejalan kaki supaya dikembalikan lagi," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved