Breaking News:

Pilkada Pangkep 2020

Tukang Jahit di Pangkep Menanti Bantuan Modal Anir-Lutfi

Pendapatan yang diperoleh dari toko kecil-kecilan yang dimiliki Haeriah, sudah sangat kurang.

TRIBUN TIMUR/ABD AZIS
Haeriah, warga Tamalalang, Kelurahan Bontokio, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep mengimpikan bantuan modal usaha pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangkep nomor urut 4, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Haeriah, warga Tamalalang, Kelurahan Bontokio, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep mengimpikan bantuan modal usaha pasangan calon bupati dan wakil bupati Pangkep nomor urut 4, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi).

Pendapatan yang diperoleh dari toko kecil-kecilan yang dimiliki Haeriah, sudah sangat kurang. Ditambah lagi, keuntungan hasil penjualannya, digunakan Haeriah untuk merawat kedua kakaknya yang tengah sakit.

"Sudah 10 tahun begini saja Bu. Warung campuran saya bangkrut, rugi, karena biaya obat kakak. Saya juga tidak tahu, sakit apa kakak saya ini. Dia tidak bisa kalau ketemu orang, takut begitu," kata Haeriah saat ditemui Anir di rumahnya, Selasa (29/9).

Makanya, Haeriah sangat berharap bantuan modal bagi UMKM yang menjadi program Anir-Lutfi. Dia berharap, dengan bantuan ini, dapat digunakan sebagai tambahan modal usahanya.

Warga lainnya, Marawiyah, yang sehari-hari bekera penjahit, juga mengeluhkan usahanya yang sepi. Bahkan tidak ada pesanan sama sekali di masa pandemi Covid-19 ini.

Pada hari-hari biasa, katanya, dia bisa menerima Rp10 ribu dari hasil menjahit celana. Namun kini sepi sama sekali.

"Hari biasa kita jahit 5 celana, harga satuannya Rp2 ribu jadi dapatnya tiap hari Rp10 ribu. Kalau sebulan dapat Rp300 ribu. Ya, kami berharap kalau Ibu Anir duduk jadi Bupati bisa bantu usaha kecil kami ini," jelas Marawiyah.

Menanggapi keluhan warga itu, Anir mengungkapkan, UMKM menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Makanya, bersama Lutfi, dirinya akan memberikan bantuan modal pengembangan UMKM yang mandiri, dengan pemberian dana stimulus sebesar Rp5 juta per tahun bagi 1.000 UMKM.

Selain itu, menciptakan wirausaha kaum muda dan milenial dengan workshop dan pendampingan, melakukan pemberdayaan pengusaha lokal melalui partisipasi dalam penyerapan APBD, penyediaan sarana Wi-FI untuk industri rumahan, pemberian paket keluarga sejahtera pengembangan ekonomi senilai Rp10 juta per KK.

"InsyaAllah jika Allah takdirkan, maka daftar nama ta di Pak RT, baru saya kasih modal usahanya. Jangan ki lupa setiap sujud ta doakan ka juga," kata Anir memberi semangat kepada Haeriah.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved